Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Ivansa: PNS Jangan Jadi Alat Politik - Fajar Manado

Ivansa: PNS Jangan Jadi Alat Politik

Ivansa: PNS Jangan Jadi Alat Politik

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com — Seiring dengan instruksi Mendagri dan MenPAN-RB, Wakil Minahasa Ivan S.J.Sarundajang  (Ivansa) mengingatkan supaya PNS jangan mau dijadikan alat politik bagi kemenangan calon tertentu. Peran PNS dalam menggalang dukungan politik sering menjadi pemicu instabilitas di daerah.

“PNS sering menjadi alat politik dari calon tertentu,”  kata Ivansa di depan jajaran pemerintahan dan guru-guru Kecamatan Kawangkoan di Aula SMK Kristen Kawangkoan, Selasa (24/11/2015).

Pemilihan langsung di tanah air, katanya, baru berjalan 15 tahun sehingga membinggungkan aparat pemerintahan. “PNS ini dikotomi. PNS itu sering dijadikan alat politik bagi kemenangan calon tertentu.

“Tidak mungkin stabilitas keamanan di suatu daerah itu  kacau balau atau terancam kalau tidak ada dalangnya. Nah, dalangnya biasanya  PNS.  Entah itu camat, kepala dinas, lurah, hukum tua, kepala sekolah dan semua PNS dalam rangka dukung mendukung,” ujarnya.

Sepak terjang PNS dalam memenangkan calon, termasuk Paslon Pilkada, lanjut dia,  tak disadari telah memicu instabilitas keamanan di daerah. Dari tahun 2005 masyarakat, termasuk PNS dilibatkan dalam pemilihan langsung, masih juga ada kakak beradik belum berbaikan hanya karena berbeda dukungan politk.

“Jadi, saudara ini hati-hati. Dalam rangka keberpihakan seperti ini, saudara-saudara ini yang membuat resah dalam rangka dukung mendukung,”  tandas Ivansa, sambil menyatakan keyakinannya apabila PNS dapat menjaga netralitasnya, tidak akan muncul keresahan di tengah masyarakat.

Ivansa juga menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengarahkan jajaran PNS dan masyarakatnya untuk mendukung calon tertentu.

 “Saya sudah mendapat laporan bahwa pak torang PNS dapa prenta dukung calon ini, siapa yang perintah. Hati-hati saudara-saudara. Kalau saudara-saudara menyatakan itu, hati-hati saudara. Kamu masuk penjara kami tidak,” ujarnya.

Meski demikian, Ivansa menginstruksikan PNS harus  tetap menyalurkan hak politik dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut 9 Desember mendatang.

“Kalau  ndak ada pilihan atau  golput, jangan tinggal di negara ini karena negara telah memberikan hak saudara-saudara,” tegas putra sulung mantan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang ini.

Wabup juga mengingatkan PNS jangan cari muka dalam upaya mendukung calon tertentu, apalagi  mengancam pendukung calon lain. “Kalau ada yang seperti itu silahkan lapor polisi,’’ ujarnya sambil membaca nomor selular Kapolsek Kawangkoan, Iptu Eddy Susanto, SSos, yang duduk disamping kanannya.

Selain kapolsek, juga hadir Camat Kawangkoan, Ricky Laloan, SH, Staf Ahli Bupati, Ir. Junus Runtukahu dan Sertu Alfrits Ering mewakili Danramil 1302/08 Kawangkoan-Tompaso.

(denny rondonuwu/heru)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan