Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Dibentuk Bergaya Orba, Forum BPD Minahasa Dinilai Cacat Hukum

Dibentuk Bergaya Orba, Forum BPD Minahasa Dinilai Cacat Hukum

Dibentuk Bergaya Orba, Forum BPD Minahasa Dinilai Cacat Hukum
Danny Iroth ketika mengikuti Bimbingan Teknis BPMPD bagi BPD se Kabupaten Minahasa di Mercure Manado Tateli Beach Hotel, 12-15 Desember 2016
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Minahasa yang diketuai Letkol Purn TNI Boyke D Kambey mendapat penolakan dari pengurus BPD itu sendiri.

Ketua BPD Kanonang Lima, Kecamatan Kawangkoan Barat, Drs Danny Iroth, menilai proses pembentukan Forum BPD Minahasa di Hotel Mercure Tombariri Timur adalah cacat hukum.

“Forum (BPD Minahasa) itu dibentuk bergaya orde baru (Orba), tidak melalui mekanisme yang demokratis dan sangat memaksakan kehendak,” ujar  Iroth kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Senin (20/12).

Semua 227 Ketua BPD yang tersebar pada 25 kecamatan di Minahasa, 12—15 Desember 2016 diundang BPMPD setempat mengikuti pelatihan BPD di Mercure Manado Tately Beach Hotel. Tombariri Timur.

Di sela reses acara tiga hari, yang dimulai Senin (12/12) malam dan ditutup Kamis (15/12) siang itu, Ketua BPD Eris Kecamatan Lembean Timur Letkol Purn TNI Boyke D Kambey mengumumkan akan membentuk pengurus Forum BPD Minahasa.

“Saat itu tidak ada penolakan. Pak Boy meminta restu mengambil 8 orang perwakilan untuk menyusun program. Eh, besoknya tiba-tiba sudah ditetapkan struktur pengurusnya tanpa ada AD ART forum,” kata Iroth, yang dikenal Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Minahasa ini.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

Iroth pun mengaku langsung melakukan protes dan menolak kepengurusan yang dibentuk sepihak oleh mantan Kepala Kantor Sosial Politik (Sospol) Minahasa era Bupati Johan Otto Bolang dan (alm) Drs Karel L Senduk ini tersebut.

“Ini sudah tidak benar. Draft AD/ART saja belum ada sudah dibentuk pengurus. Kan, asas dan visi misi forum sangat penting dan strategis. Kami tidak tahu kalau mau dibawa ke mana forum ini, apakah untuk memperkuat posisi BPD atau ada tujuan lain,” ketusnya.

Selain itu, delapan orang yang disebut sebagai perwakilan 227 BPD yang menjadi tim formatur pembentukan pengurus forum tidak dimintai persetujuan dari sekitar 205 pengurus BPD yang hadir.

“Mulanya, kami kira ke 8 orang itu masih akan menyusun, minimal draft AD ART. Tau-taunya mereka sudah membentuk struktur pengurus. Makanya saya langsung bicara dan menolaknya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, ketika dicermati personil-personil yang masuk dalam komposisi pengurus tersebut tidak memenuhi unsur keterwakilan, tapi cenderung kedekatan karena ada satu kecamatan yang menduduki dua jabatan wakil ketua.

Struktur pengurusnya pun sangat rancu. “Wakil ketua ada empat tapi bidang ada lima. Enehnya lagi, setiap bidang dan koordinator wilayah diproyeksi diisi dua orang. Dan, sekretaris hanya satu, tapi bendahara dua orang,” paparnya.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

Iroth sendiri mengaku dipercayakan bersama Drs Sherly Watung sebagai koordinator wilayah VI, yang meliputi Tompaso Barat, di tiga kecamatan Kawangkoan raya dan Kecamatan Sonder, yang memiliki 49 desa.

“Ini bukan soal jabatan, tapi mekanisme pembentukan yang tidak benar, masih mengadopsi gaya orde baru dan terkesan asal sudah dibentuk saja,” ujarnya.

Pasca dibentuk pekan lalu, kata Iroth, dirinya sudah dua kali diundang rapat. Terakhir pada Sabtu (17/12), akhir pekan lalu yang digelar di rumah Boyke Kambey, Desa Eris Kecamatan Lembean Timur.

“Saya dapat SMS katanya untuk persiapan pelantikan oleh Pak Bupati. Tapi, bagaimana mungkin saya hadir pada rapat pengurus yang dibentuk tidak sesuai mekanisme dan menyalahi aturan berorganisasi,” tukasnya.

Iroth mengharapkan agar Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow untuk meneliti keabsahan pembentukan Forum BPD Minahasa ini.

“Saya kira Pak bupati tidak bodoh atau gampang dibodohi. Bicara soal organisasi Pak Bupati sudah banyak makan asam garam,” ujar pria yang dikenal konsisten ini.

(ely)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan