Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Diresmikan Kasad Jenderal Mulyono, Kodam XIII Beroperasi di Suluttenggo

Diresmikan Kasad Jenderal Mulyono, Kodam XIII Beroperasi di Suluttenggo

Diresmikan Kasad Jenderal Mulyono, Kodam XIII Beroperasi di Suluttenggo
Kodam XIII Merdeka yang bermarkas di Teling Manado resmi beroperasi setelah diresmikan Kasad Jenderal TNI Mulyono, yang antara lain ditandai dengan penandatangan prasasti disaksikan Gubernur Olly Dondokambey,SE dan Wakil Ketua MPR Mayjen TNI Purn EE Mangindaan, SE, Selasa (20/12), pagi tadi.
Manado, Fajarmanado.com – Markas Kodam XIII Merdeka resmi kembali berada di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dipimpin Mayjen TNI Ganip Warsoto SE, MM, Selasa (20/12), hari ini.

Meski Pangdam  Ganip Warsito telah dilantik medio Oktober 2016, namun secara resmi Makodam XIII Merdeka di Teling Manado ini baru diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono meresmikan Kodam XIII Merdeka, pagi tadi.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bersama Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O.E Kandouw ikut menghadiri Peresmian Kodam XIII Merdeka yang ditandai dengan penyerahan Pataka Jaya Sakti kepada  Pangdam Ganip Warsito di  lapangan Makodam Teling, tadi pagi .

Gubernur Olly Dondokambey mengucapkan banyak selamat atas diresmikan Kodam XIII Merdeka dan selamat bertugas dan berkarya kepada Pangdam  Ganip Warsito

Kodam XIII Merdeka ini membawahi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo (Suluttenggo).

Dondokambey berharap, kehadiran Kodam XIII Merdeka di ibukota provinsi Sulut ini akan semakin memantapkan gerak dan laju pembangunan daerah dan bangsa tercinta.

“Hari ini sejarah terukir di Nyiur Melambai seiring  dengan diaktifkannya kembali Kodam XIII Merdeka yang pernah berdiri pada tahun 1957 dan dinonaktifkan kembali pada tanggal 12 februari 1985 melalui SK No : Skep/131/11/1985 tentang liquidasi kodam dan Kodam XIV Hasanudin menjadi Kodam VII Wirabuana.,” paparnya

Baca Juga :  Hebat..! Cengkram Satu Tersangka, Polisi Sita 4 Ribu Obat Keras di Maumbi

Gubernur mengatakan, diaktifkan Kodam ini, terutama untuk menjaga kedaulatan Negara dari ancaman masuknya pengaruh ideologi asing, terjadinya kegiatan kejahatan lintas negara ( trans nasional crimes), ilegal fishing, perdagangan manusia (woman and child trades traffiking), imigran gelap (illegal immigrants), penyeludupan manusia (people smugging), peredaran narkotika pintu masuk teroris dan perompakan serta ancaman stabilitas nasional lainnya.

Dengan kehadiran Kodam ini, katanya, akan semakin memantapkan langkah pemerintah daerah mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang di kawasan Indonesia Timur.

“Dengan adanya Kodam ini akan diikuti dengan distribusi personil dan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana, termasuk Alutsista ( alat utama sistem senjata) akan semakin meneguhkan stabilitas keamanan daerah,” ungkapnya.

Untuk itu, gubernur berharapkan kiranya kodam XIII Merdeka di bawah kepemimpinan Pangdam Ganip Warsito dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Sulut demi capain pembagunan yang semakin progresif dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Backup Pengamanan Pleno Nasional KPU, Polda Sulut Kirim Ratusan Personil ke Jakarta

Pangdam Ganip Warsito sendiri telah melakukan kunjungan di semua daerah di wilayah kerja Kodam XIII Merdeka sejak dilantik pada medio Oktober lalu.

Kodam XIII Merdeka sendiri sebetulnya telah hadir di Manado sejak tahun 1957. Atas kecintaan warga Sulut, maka sempat dibuatkan rilis lagu yang sangat dikenal sampai dibekukan tahun 1983 dengan alasan perampingan organisasi TNI saat itu, yakni Mars Kodam 13 Merdeka.

Acara peresmian itu sendiri dihadiri PangKostrad Letjen TNI Eddy Rahmayadi dan  Komandan Kodiklat AD Letjen TNI Agus Kriswanto.

Selain mereka, juga tampak sesepuh TNI AD,  diantaranya, Wakil Ketua MPR RI,Letjen (Purn) EE Mangindaan, Mantan Pangdam Cenderawasi Mayjen (Purn) Albert Ingkiriwang,  Para Perwira Tinggi Mabes AD, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Hadir juga para Jenderal TNI asal Kawanua-Sulut, Pejabat Tinggi di lingkup TNI / Polri,  Forkopimda Sulut, Bupati/ Walikota se Sulut , pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat, dan para rekan pengurus FKKPI, Jack Eko Tuppang.

(ely)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan