Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Perangi Sampah Benar, Pernyataan Sumangkut Terlalu Dini Soal Kesadaran - Fajar Manado

Perangi Sampah Benar, Pernyataan Sumangkut Terlalu Dini Soal Kesadaran

Perangi Sampah Benar, Pernyataan Sumangkut Terlalu Dini Soal Kesadaran
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel Roi Sumangkut, ST, M.Si
Amurang, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa Selatan khususnya ibukota Amurang sedang giat-giatnya mendapatkan predikat bersih dan sehat. Bahkan, Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE ikut menanamkan kesadaran masyarakat Amurang dan Minsel untuk terus mencintai kebersihan. Menariknya, tahun 2018 Amurang (kota kecil) akan mengikuti lomba Adipura. Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel untuk menggalang kesadaran warga diutamakan.

Namun, dibalik pernyataan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Selatan Roi Sumangkut, ST M.Si soal kesadaran warga dan kepedulian terhadap kebersihan semakin nyata. ‘’Ya, memang soal kesadaran dan kepedulian masyarakat akan kebersihan terlalu dini disebut. Bole-bole saja pernyataan diatas, asalkan jangan asal ibu senang (AIS) saja. Dengan demikian, dari makna pernyataan Sumangkut soal perangi sampah dalam rangka lomba Adipura baik sekali. Tapi, jangan terlalu optimis soal langkah diatas akan sukses kalau pemerintah malas turun lapangan,’’kata Jefry Rembet, pemerhati masalah pariwisata dan kebersihan Minsel.

Dikatakan Rembet, sangat mendukung kalau tahun 2018, Minsel khususnya Kota Amurang akan mengikuti lomba Adipura. Bahkan, sekitar September atau Oktober akan datang tim penilai lomba Adipura 2018. Tetapi, sudakah langka diatas untuk mendorong warga lebih mencintai kebersihan.

‘’Diakuinya, kalau hanya bersih-bersih lingkungan rumah tak masalah. Itu memang tanggungjawab warga sekitar. Tapi, bagaimana kalau kebersihan kantor justru tak terawat. Di lingkungan Pemkab Minsel saja ‘kotor’. Toilet (WC) pun bau busuk dan tak terawatt. Bagaimana mungkin, kesadaran warga akan tertanam sementara lingkungan Pemkab Minsel sendiri ‘kotor’ sekali,’’tanyanya.

Apalagi soal bank sampah. Memang, untuk memenuhi bank sampah bukan pemerintah yang sediakan. Di Minsel kan banyak perusahaan. Coba, DLH atau instansi lainnya minta bantuan perusahaan untuk bantu melalui CSR-nya.

‘’Sebab, selama ini perusahaan di Minsel ‘malas’ mengeluarkan dana CSR perusahaan untuk kebersihan Amurang dan Minsel secara utuh. Kalau bank sampah ditanggulangi oleh perusahaan swasta, pasti rencana diatas terealisasi dengan baik. Namun, kalau perusahaan ‘juga malas’ lebih baik angkat kaki saja dari Minsel,’’tegas Rembet lagi.

Rembet menyebut, dari pernyataan Sumangkut ‘asal ibu senang’ adalah klasik. Bila mana terjadi, maka pasti bupati Tetty Paruntu senangnya luar biasa. Tapi, bila gagal berarti slogan diatas jangan disimpan.

‘’Dengan demikian, Sumangkut jangan asal bicara soal kesadaran warga terhadap kebersihan dan kepedulian akan lingkungan sudah tinggi. Namun, harus disadari lagi apakah lingkungan kita telah ‘nyaman’ dari kebersihan secara total. Hal diatas, bagi Rembet belum 100 persen terjalin. Karena memang, baginya bagaimana Amurang sebagai ibukota Minsel akan terus bersih kalau semua stakeholder di Minsel tak ikut menopangnya,’’ungkapnya lagi.

Ditambahkannya, terlalu dini disebut soal warga Minsel khususnya Amurang sadar akan arti kebersihan lingkungan. Banyak warga dengan sendirinya ikut membersihkan lingkungan rumah masing-masing.

‘’Namun, jujur baginya sunggu dilematis kalau program mendapatkan Adipura tahun 2018 warga tak mendukungnya. Mustahil adanya, tapi sudahkah pemerintah sendiri menyadari akan bantuan kepada warga soal langkah-langkah diatas. Saya pesimis apa yang disampaikan Sumangkut tentang kesadaran warga soal semakin sadar akan arti kebersihan lingkungan,’’pungkasnya.

(andries)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan