Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Warga Tiga Pulau di Talaud 'Menjerit', Ternyata Hanya Gara-Gara Ini - Fajar Manado

Warga Tiga Pulau di Talaud ‘Menjerit’, Ternyata Hanya Gara-Gara Ini

Warga Tiga Pulau di Talaud ‘Menjerit’, Ternyata Hanya Gara-Gara Ini
MENUMPUK : Para penjual BBM eceran yang mengantri untuk membeli BBM di SPBU
Talaud, Fajarmanado.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) nyaris tak terdengar lagi, termasuk minyak tanah.

Namun jeritan warga soal kelangkaan BBM jenis minyak tanah ini kembali terdengar. Bahan kebutuhan memasak di dapur ini dikabarkan semakin sulit diperoleh dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kelangkaan pasokan minyak tanah ini dikabarkan terjadi di di tiga pulau, yakni Pulau Karakelang, Kabaruan, dan Pulau Salibabu.

Manapode, warga dari pulau Salibabu mengatakan, minyak tanah sulit diperoleh dalam beberapa pekan terakhir. Mereka terpaksa beralih kembali dan menggunakan kayu bakar untuk memasak.

“Saya minta Pemerintah Daerah mencari solusi terkait kelangkaan BBM jenis minyak tanah ini. Masakan baru belakangan ini minyak tanah menjadi langka. Jangan-jangan ada penyalur mulai nakal kembali, menimbun stok yang ada,” katanya kepada Fajarmanado.com di kediamannya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Wow..! FHC Kemenkes, Dinkes dan RSUP Kandou Layani 1.290 Pasien, 43 Dioperasi di 3 Pulau Terpencil

Senada diungkapkan warga Dapalan Kecamatan Tampan’amma, D. Ratulangi. Ia menyatakan bahwa dirinya sangat dipusingkan adanya kelangkaan BBM jenis minyak tanah belakangan ini.

“Sudah berapa minggu saya dipusingkan karena tidak lagi mendapatkan minyak tanah ini,” ketus dia.

Sorotan atas kelangkaan minyak tanah ini juga datang dari  LSM Lembaga Anti Korupsi dan Pengawasan Pembangunan Nasional (LAKP2N) Kabupaten Talaud.

“Saya meminta PT Pertamina untuk mengevaluasi kinerja PT. Karya Maranatha Lirung sebagai agen distributir yang melayani dua pulau (Kabaruan dan Salibabu). Kelangkaan minyak tanah ini menimbulkan masalah serius dan akibatnya berdampak pada kebutuhan masyarakat,” papar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LAKP2N, Hariono Bowonseet.

Baca Juga :  27 Dokter Tim FHC Turun ke Tiga Pulau Terpencil di Talaud, Ini yang Jadi Sasaran

Pria yang getol memperjuangkan kepentingan rakyat ini menambahkan, pihaknya akan segera melaporkan hal ini ke pihak PT Pertamina dan Kementerian terkait.

“Dalam hal ini, kami akan laporkan ke pihak PT Pertamina dan Kementerian, terkait dengan kebutuhan masyarakat yang sering diabaikan ini, ” tegasnya dengan suara lantang.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan