Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Hebat..! Sulut Raih Penghargaan TPID Terbaik Nasional - Fajar Manado

Hebat..! Sulut Raih Penghargaan TPID Terbaik Nasional

Hebat..! Sulut Raih Penghargaan TPID Terbaik Nasional
Presiden Jokowi ketika membuka Rakornas TPID 2018, sebelum memberikan penghargaan kepada Pemprov Sulut sebagai TPID terbaik tingkat provinsi secara nasional di Jakarta, Kamis (26/7/2018).
Jakarta, Fajarmanado.com — Duet Olly Dondokambey, SE-Drs Steven Kandouw (OD-SK) memimpin Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan kehebatannya. Kali ini, kerja keras Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) ini menorehkan prestasi di bidang ekonomi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak luput memberikan apresiasi, khususnya kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim yang dipimpin langsung Gubernur Olly ini dinilai sebagai terbaik tingkat provinsi secara nasional.

Penghargaan TPID provinsi terbaik kepada Pemprov Sulut tersebut diberikan dalam acara Rakornas TPID 2018 yang berlangsung di Jakarta, Kamis, (26/7/2018) siang tadi.

Rakornas TPID sendiri merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Pokjanas TPID, gabungan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia.

Rapat dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, jajaran Menteri serta seluruh Kepala Daerah, Gubernur dan Bupati/Wali Kota seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi dan sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam upaya pengendalian harga.

Rakornas TPID 2018 ini mengangkat tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkualitas”.

Presiden Jokowi apresiasi kepada seluruh jajaran anggota TPID di daerah yang telah mampu mengendalikan inflasi sehingga dapat terjaga dibawah 4% selama 3 tahun terakhir.

Presiden  mengimbau agar koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan. Bersamaan dengan kegiatan Rakornas, Presiden juga memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang telah melaksanakan kegiatan pengendalian inflasi dengan baik sehingga mampu menjaga stabilitas harga.

Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wagub Drs. Steven Kandouw. Foto: Humas Pemprov Sulut.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi tantangan pengendalian inflasi pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Wow..! Polisi Tangkap Napi di Lapas Kelas IIA Manado, Ini Penyebabnya

Untuk itulah, lanjut dia, perdagangan antar daerah dan penggunaan teknologi dalam pemasaran menjadi hal yang penting untuk dapat dikembangkan.

Menteri Koordinator (Menko) Perkonomian, Darmin Nasution menambahkan, inflasi yang terkendali pada tahun-tahun terakhir, memiliki efek positif, antara lain, turunnya angka kemiskinan, angka ketimpangan dan pengangguran.

Gubernur Olly, usai acara, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang dipeeoleh TPID Sulut. Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait dan tim TPID Sulut yang selalu bekerja keras dalam menjaga inflasi daerah.

Terkendalinya bahan makanan, lanjutnya, menjadikan faktor rendahnya inflasi di tahun 2017 karena produktivitas dan produksinya terjaga dengan baik.

“Sejak dilantik sebagai Gubernur Sulut, Inflasi menjadi fokus perhatian di Propinsi Sulawesi Utara karena tingkat inflasi di Sulut selama itu paling tinggi di Indonesia berkat kerja keras semua Tim TPID inflasi Sulut bisa ditekan,” ujar Olly.

Gubernur Olly mengatakan, dalam 2 tahun pemerintahannya, inflasi di Sulut  bisa dikendalikan mulai dari produksi sampai dengan distribusi logistiknya.

Distribusi logistik senantiasa diatur dengan baik. Misalnya saja,  bawang, rica dan tomat (Barito. Tm TPID bekerjasama dengan  tim PKK Sulut serta semua lembaga masyarakat menyiapkan bibit untuk petani 5 bulan sebelum pelaksanaan hari besar keagamaan seperti  Natal dan Lebaran. Karena itulah, kebutuhan Barito dapat tersedia dan juga dimonitor bahan apa yg menyebabkan inflasi.

Meski demikian, Gubernur Olly berharap Tim TPID dapat terus bekerja keras dalam menekan angka inflasi daerah.

Diketahui pada Januari 2018 Sulut mencatat inflasi sebesar 0,49 persen (mtm) atau secara tahunan sebesar 1,83 persdsen (yoy).

Baca Juga :  Gubernur Olly Beribadah dengan Jemaat Bukit Zaitun Malalayang, Lakukan Ini

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan Desember yang tercatat sebesar 0,51 persen (mtm) atau secara tahunan 2,44 persen(yoy), dan dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2017 sebesar 1,10 persen (mtm).

Berdasarkan kriteria penilaian dari Kementerian Koordinator Pereekonomian dan Bank Indonesia, Sulut dinilai terbaik dalam hal mengendalikan dan menjaga stabilitas harga, ketetsedian pasokan kebutuhan pokok, rantai distribusi (kerjasama perdagangan), dan komunikasi yang efektif dari Tim Ekonomi dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah.

Tim TPID Sulut mampu menekan tingkat kemiskinan 7,8% di tahun 2018 dibanding dengan tingkat kemiskinan Nasional 9.8%. Artinya Sulut masih relatif lebih baik.

Terpantau turut mendampingi Gubernur pada acara Sarasehan Nasional dan Rakornas TPID, Roy Tumiwa, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan & SDM dan Franky Manumpil, Karo Ekonomi & SDA.

Inilah poin penilaian TPID Terbaik:
1. Outcome (bobot 40%). Meliputi;
– Realisasi Inflasi (di akhir tahun, Sulut mencapai 2,44% yoy)
– Volatilitas Inflasi (dilihat secara bulanan)
2. Process (bobot 60%). Meliputi;
–  Koordinasi (antar seluruh anggota TPID dan Stakeholder terkait, dinilai dari kegiatan koordinasi TPID terutama High Level Meeting yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah sebagai Ketua TPID)
–  Rekomendasi Kebijakan (hasil dari koordinasi anggota TPID yang dibakukan dalam Risalah Rapat lalu menjadi Nota Rekomendasi Kebijakan yang disusun oleh Biro Ekonomi selaku Sekretariat TPID)
–  Inovasi Program (terobosan yang strategis, kreatif, dan memiliki dampak signifikan, dilahirkan melalui Koordinasi anggota TPID dan tercantum dalam Nota Rekomendasi Kebijakan dalam upaya pengendalian inflasi daerah)
–  Akuntabilitas (dinilai dari Laporan TPID setiap triwulan/semester yang dilaporkan kepada Pokjanas TPID selama tahun berjalan dengan memenuhi syarat dokumentasi yang berlaku)

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan