Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats DBD Rengut Nyawa Bocah, Pemkab Mitra Sebut Semakin Siaga - Fajar Manado

DBD Rengut Nyawa Bocah, Pemkab Mitra Sebut Semakin Siaga

DBD Rengut Nyawa Bocah, Pemkab Mitra Sebut Semakin Siaga
Kadis Kesehatan Mitra, dr Helny Ratuliu
Ratahan, Fajarmanado.com — Kendati Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra), Sulawesi Utara telah intens melakukan pencegahan, namun penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merengut nyawah seorang bocah.

Kabar duka akibat didera penyakit yang disebarkan lewat gigitan myamuk aedes aegypti itu, berhenbus dari Desa Buku Tenggara, Kecamatan Belang, Mitra. Bocah 6 tahun tak tertolong meski sempat dirawat intensif di RSUP Prof RD Kandou Malalayang, Manado, Senin (14/1/2019).

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra membenarkan adanya kematian akibat DBD di Desa Buku Tenggara, Kecamatan Belang.

“Memang benar ada warga Mitra yang meninggal dikarenakan menderita DBD, sesuai hasil diagnosa pemeriksaan pihak medis di rumah sakit umum Malalayang,” komentar Kadis Kesehatan Mitra, Dr Helny Ratuliu.

Dia menyatakan, sejak awal tahun sudah ada 6 warga yang ditetapkan menderita penyakit mematikan itu. Satu di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga :  Evaluasi Perkembangan Desa Di Kecamatan Belang Sukses Digelar

“Dengan adanya kasus kematian maka pemerintah lebih siaga untuk mencegah jangan sampai ada korban jiwa lagi,” katanya.

Upaya fogging (pengasapan) kini sudah dilakukan kontinyu di beberapa daerah yang ada. Namun pemahaman kepada masyarakat untuk sadar terhadap kebersihan lingkungan termasuk wadah-wadah yang bisa menampung air, sangat dianjurkan untuk diperhatikan.

“Upaya fogging dibeberapa daerah sudah dan sementara dilakukan. Namun kami pula mensosialisasikan terkait pentingnya merealisasikan 3M plus guna menekan perkembangan jentik nyamuk. Khusus untuk lokasi korban DBD akan kita lakukan besok (hari ini, red) atau dalam 1-2 hari kedepan,” paparnya kepada wartawan di Ratahan, kemarin.

Baca Juga :  Mitra Pertahankan Predikat B SAKIP dari Kemen PAN RB

Langkah yang sementara dan akan terus dilakukan, lanjut dia, selain sosialisasi, penyuluhan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, juga penanganan terhadap warga yang sakit untuk segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis ke rumah sakit.

Kadis Ratuliu mengatakan, jika dibandingkan tahun silam, jumlah kasus DBD di Mitra jauh lebih banyak karena mencapai 58 orang.

Namun ia berharap Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait adanya penyakit ini, tak akan bertambah lagi di Mitra, meski sudah ada korban jiwa.

“Kalau KLB itu indikatornya ada kenaikan 100% dari kasus tahun lalu. Kita berharap tentu ini takkan terjadi. Namun tentu kita tak dapat memprediksi hal tersebut seiring kita baru menapaki tahun 2019 ini,” imbuh Helny.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan