Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Rambi Sebut Sudah Saatnya Membangun Kampung - Fajar Manado

Rambi Sebut Sudah Saatnya Membangun Kampung

Rambi Sebut Sudah Saatnya Membangun Kampung
Ratahan, Fajarmanado.com — Pesta Demokrasi yakni pemilihan umum secara serentak di seluruh wilayah Tepublik Indonesia ini sudah semakin dekat.

Veppy Yeldi Rambi, salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dari partai Demokrat siap satu kursi di daerah pemilihan (Dapil) Mitra Satu yang meliputi kecamatan Ratahan, Ratahan Timur, Posumaen dan Kecamatan Pasan.

“Dengan visi Sudah saatnya Torang Samua warga Minahasa Tenggara, lebih khusus yang ada di dapil satu untuk membangun kampung,” ujar Rambi.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Golkar Kabupaten Mitra ini menjelaskan, dengan pencalonan diri sebagai calon DPRD Mitra untuk kembali membangun kampung halaman.

“Bagi semua calon anggota legislatif dari partai Demokrat lebih khusus yang ada di kabupaten minahasa tenggara untuk tetap menjaga kebersamaan, sikap gotong royong tetap kita jaga,” kata Rambi.

Veppy Rambi menilai bahwa semakin cerdas masyarakat di suatu tempat, tentu pilihannya adalah kapasitas dan track record caleg yang akan dipilih, sebab memang tidak mudah sekarang ini untuk mendapatkan kader yang tepat.

Baca Juga :  Desa Belang Berbenah, Dandes Dimanfaatkan Membuat Drainase Tertutup

Banyak juga Parpol yang merekrut caleg hanya untuk sekedar memenuhi kuota, apalagi untuk caleg perempuan yang wajib diisi sebanyak minimal 30% untuk setiap dapil.

Fakta di lapangan yang direkrut juga adalah caleg-caleg yang tingkat popularitas tinggi untuk menjadi pendulang suara partai yang biasa disebut vote getter.

Idealnya memang seorang caleg itu melalui fit and proper test terhadap kapabilitas, keahlian, dan kompetensinya, namun kenyataannya tidak mudah menjalani proses itu secara maksimal, yang ada masih tambal sulam.

Veppy Yeldi Rambi, calon Anggota DPRD Mitra Dapil Satu ikut berpandangan tentang kapasitas caleg yang masih diragukan masyarakat pemilih.

Menurut mantan Caleg pada Pileg 2014 lalu, tidak cukup bagi seorang caleg memiliki pengetahuan tentang UUD, sejarah Indonesia, pengetahuan tentang APBN dan budget, pengetahuan tentang undang-undang politik yang ada, pengetahuan tentang tindak pidana korupsi dan pencucian uang, pengetahuan tentang etika, dan pengetahuan tentang kepentingan yang tidak bertabrakan dengan fungsinya sebagai anggota dewan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Baca Juga :  Dengan Adanya Dana Desa Membawah Perubahan Dan Kemajuan Bagi Desa Esandom Satu

“Untuk menjadi seorang Legislator yang ideal, dia bukan sekedar tahu dan bisa menyampaikan dengan kata-kata tentang semua pengetahuan itu, tapi dia perlu menjiwai dan memahami makna semua itu supaya ujungnya berdampak kepada kesejahteraan masyarakat tanpa melakukan pelanggaran aturan hukum.

“Untuk itu dia juga harus pahami dengan hatinya, berjuang untuk masa depan kesejahteraan rakyat yang lebih baik,” papar pria yang dikenal kritis namun familiar ini.

Rekrutmen parpol belum bisa diandalkan, lanjut dia, tapi saat ini kredibilitas caleg mudah dilihat untuk jadi pilihan.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan