Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Soal Shopping Centre Kawangkoan, Wilford Siagian Pastikan Tidak Akan Direhab - Fajar Manado

Soal Shopping Centre Kawangkoan, Wilford Siagian Pastikan Tidak Akan Direhab

Soal Shopping Centre Kawangkoan, Wilford Siagian Pastikan Tidak Akan Direhab
Dr Wilford Siagian, MA
Tondano, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa akhirnya bersikap soal polemik keberadaan bangunan tua Shopping Centre Kawangkoan.

“Saya bisa memastikan kalau bangunan itu tidak akan direhab,” kata Asisten II Setdakab Minahasa, Dr Wilford Siagian, MA menjawab perwakilan warga Kota Kawangkoan di ruang kerjanya, Kamis (21/3/2019), siang tadi.

Pekansurya Masengi, Herly Umbas dan Boy “Palak” Rompas menemui Wilford Siagian menanyakan hasil simpulan monitoring bangunan Shopping Centre yang berada di Pusat Kota Kawangkoan pada Selasa, 19 Maret silam.

“Secara kasat mata, pihak Dinas PU sebagai instansi teknis menilai bahwa bangunan itu sudah tidak bisa lagi direhab,” kata pamong senior mantan Bappelitbangda Minahasa ini.

Meski demikian, lanjut dia, kajian teknis masih disusun Dinas PU untuk kemudian dimasukkan kepada Bupati Ir. Royke Oktavian Roring, MSi.

“Dalam waktu satu dua hari nanti pasti kajiannya sudah siap dan akan langsung kami masukkan kepada Bapak Bupati,” ujarnya.

Dalam kajian tersebut, juga akan berisikan solusi penanganan dan pemanfaatan lokasi bangunannya dengan mempertimbangkan usulan atau aspirasi masyarakat yang disampaikan dua pekan lalu.

“Apakah dijadikan taman kota seperti usulan masyarakat atau bagaimana, kita lihat saja nanti,” katanya.

Seperti diketahui, melalui Musrenbang Kecamatan Kawangkoan pada medio Februari lalu, terungkap jika Pemkab Minahasa telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan Shopping Centre Kawangkoan.

Kabar itu pun sontak mendapat respon peserta. Mereka kompak meminta Pemkab Minahasa membongkar bangunan yang memanjang di sisi Barat Terminal Kawangkoan di wilayah Kelurahan Sendangan Tengah tersebut, termasuk Terung Paliusan yang berada di depannya.

Inilah penampakan bangunan Shopping Centre Kawangkoan yang berusia sekitar 46 tahun.

“Bangunan ini memang sudah terlalu tua. Dibangun sejak sekitar tahun 1973. Jadi sebaiknya dibongkar, jangan sampai meminta korban jiwa,” kata Ketua LPMK Sendangan Tengah, Drs. Eddy F Ruata.

Reaksi masyarakat tersebut, diwujudkan dengan pemasangan dua baliho pada bangunan yang telah ditinggal para pemakainya itu.

Selanjutnya, menyampaikan permohonan kepada Bupati Roy Roring yang didukung ratusan tanda tangan.

“Bangunan shopping centre ini tidak layak pakai lagi dan sudah terkesan bangunan kumuh yang merusak keindahan Kota Kawangkoan sebagai calon DOB Minteng, yang saat ini sudah dikenal sebagai Kota Kuliner,” kata Refly Nayoan, tokoh masyarakat Kawangkoan.

Penulis: Prokla Mambo

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan