Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Dicegat 9 Kali, Presiden Jokowi Terlambat Tiba di Acara KGM X PGI di Minut - Fajar Manado

Dicegat 9 Kali, Presiden Jokowi Terlambat Tiba di Acara KGM X PGI di Minut

Dicegat 9 Kali, Presiden Jokowi Terlambat Tiba di Acara KGM X PGI di Minut
Manado, Fajarmanado.com — Agenda kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (31/3/2019) molor dari jadwal.

Bahkan, waktu tempuh dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Hotel Sutan Raja, Kalawat Minahasa Utara (Minut) terulur sampai sekitar 1,5 jam. Padahal, normal tanpa pengawalan, cuma butuh waktu sekitar 15 menit.

Tiba pukul 17.45 Wita di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jokowi baru bisa sampai di Hotel Sutan Raja Convention Centre, Kalawat pukul 19.15 Wita, kemudian bersilaturahmi dengan peserta Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (PGI).

Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan langsung disambut antusias oleh masyararakat. Apalagi ketika keluar menuju lokasi acara.

Massa yang menyemut di luar bandara sampai sepanjang ruas jalan yang dilalui, tak kuasa menahan diri. Tercatat, sembilan kali mobil Kepala Negara terpaksa berhenti dan Jokowi turun menyalami dan bersselfie ria dengan masyarakat.

Menurut Jokowi, di negara lain tak akan ada peristiwa warga mencegat seorang kepala negara.

“Saya di jalan dicegat. Cuma di sini ada presiden lewat dicegat. Kalau cuma memanggil dipinggir jalan enggak apa-apa. Pak, pak, tapi ini di tengah jalan. Berhenti sampai sembilan titik,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, wa
arga yang mencegat memintanya untuk keluar. Jika dia tidak keluar, kerumunan massa tidak akan bubar.

Baca Juga :  Bekali Bintara Remaja, Kapolda Tri Hardjanto Sebut Jangan Sakiti Masyarakat

Para warga, kata Jokowi, sekadar meminta berfoto bersama.

“Mereka minta saya keluar, kalau enggak keluar mereka enggak bubar. Coba, tunjukan, di negara mana presiden dicegat,” ujar Jokowi yang langsung disambut meriah oleh seluruh peserta konferensi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada 17 April 2019.

Menurutnya, pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut memerlukan pembiayaan yang besar sehingga amat disayangkan bila masyarakat tak memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Sangat rugi besar kita kalau tidak menggunakan hak pilih kita. Pilihan kita akan menentukan masa depan bangsa ini,” katanya.

Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan. Tambah dia, dengan suasan kondusif maka pembangunan dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi yang menyempatkan diri hadir di Sulut meskipun padatnya agenda kepala negara.

Di sisi lain, Olly menerangkan pesatnya pembangunan Sulut di berbagai bidang sejak kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Atas nama Pemprov Sulut, saya sangat berterima kasih atas semua yang Bapak Presiden lakukan untuk Sulut,” kata Olly.

Menurut Olly, semua sektor pembangunan di Sulut juga terus menunjukan pencapaian positif hingga kini.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut meningkat, angka kemiskinan menurun, jumlah pengangguran menurun, pembangunan infrastruktur terus dikerjakan dan semakin banyaknya jumlah turis yang berkunjung di Sulut . Ini semua karena dukungan dari Bapak Presiden,” beber Olly.

Baca Juga :  Waspada..! Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Laut Sulut

Terkait pembangunan infrastruktur, Olly menyatakan bangga kepada Jokowi karena pada Senin besok kepala negara bakal meresmikan pembangunan rumah susun mahasiswa di Sulut.

“Kami juga berterimakasih atas bantuan Bapak Presiden atas pembangunan rumah susun mahasiswa UKIT dan rumah susun mahasiswa IAIN,” ungkap Olly.

Selain meresmikan rumah susun mahasiswa, Jokowi juga diagendakan akan meresmikan sejumlah proyek strategis nasional di Sulawesi Utara (KEK Bitung), Sulawesi Tengah (KEK Palu) dan Maluku Utara (KEK Morotai) yang pelaksanaannya bakal disatukan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PGI Pdt. Henriette Tabita Lebang dalam sambutannya menerangkan tujuan pelaksanaan KGM X-PGI untuk mengevaluasi persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya yang dihadapi umat Kristiani sebagai upaya membangun bangsa sekaligus memberi sumbangsih bagi kemajuan, kemaslahatan umat Kristen dan warga masyarakat secara umum.

“Nantinya, setiap usulan dari konferensi ini akan dibahas pada Sidang Raya PGI XVII bulan November 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Ketum PGI.

Terpantau turut hadir pada acara tersebut, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Devi Kandouw-Tanos, para bupati dan wali kota serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan