Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Jokowi Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Nomor 5 Terkuat di Bidang Ekonomi Dunia - Fajar Manado

Jokowi Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Nomor 5 Terkuat di Bidang Ekonomi Dunia

Jokowi Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Nomor 5 Terkuat di Bidang Ekonomi Dunia
Wagub Sulut Drs. Steven Kandouw ketika menghadiri Musrenbangnas yang dibuka Presiden Jokowi di Shangri-La Hotel Jakarta, sebelum teken MoU dengan investor Amerika Kamis (9/5/2019).
Jakarta, Fajarmanado.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia berpeluang dapat menjadi negara kuat kelima di bidang ekonomi.

Ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019) pagi tadi, Presiden menyatakan optimis apabila didukung kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat mewujudkan Visi Indonesia tahun 2045.

Visi gagasan Presiden Jokowi yang disusun Bappenas itu, dikenal dengan nama Impian Indonesia 2045.

Ia menilai peluang Indonesia menjadi negara terkuat di bidang ekonomi sangat besar.

“Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara terkuat ke-4 dan ke-5 di dunia pada 2045, tapi untuk mencapai itu tidak akan mudah karena banyak tantangan yang harus diselesaikan,” katanya.

Tantangan pertama, katanya, adalah pemerataan infrastruktur.

Faktor ini, lanjut Presiden, merupakan modal dasar dalam mengakselerasi perekonomian nasional. Perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, konektivitas wilayah dapat dicapai secara komprensif.

“Setelah dibangun jalan tol, pelabuhan dan bandara maka segera provinsi dan kabupaten koneksikan dengan titik-titik produksi di daerah masing-masing,” paparnya.

Baca Juga :  Hadiri Musrenbangnas, Jimmy Eman Terima Penghargaan Bappenas

Tantangan kedua, menurut Jokowi, adalah melaksanakan reformasi struktural dan birokrasi.

“Aspek ini merupakan kunci untuk mengakselerasi kegiatan investasi dan ekspor. Perizinan yang tidak berbelit dan birokrasi yang fleksibel menjadi arah kebijakan ke depannya,” jelasnya.

Menurutnya, struktur birokrasi yang semakin sederhana akan membuat fleksibilitas dalam memutuskan kebijakan. Oleh karena itu, pola lama dan terjebak dalam rutinitas penggunaan anggaran tidak tidak bisa diteruskan oleh aparatur negara.

“Problem kita di defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan artinya kita butuh ekspor dan investasi yang berorientasi ekspor dan subtitusi impor. Perizinan yang berbelit-belit baik di pusat dan daerah belum ada penyelesaian yang drastis. Ini yang akan segera kita mulai,” paparnya.

Tantangan ketiga adalah tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Presiden menilai, aspek ini tidak kalah krusial karena struktur dari angkatan kerja masih didominasi tenaga kerja dengan pendidikan rendah.

Baca Juga :  Buka Penerimaan 100 Ribu CPNS, Kemenpan RB Surati K/L dan Pemda, Ini Syaratnya

“Data terakhir 51% angkatan kerja itu lulusan SD. Ini persoalan kita bagaimana harus diselesaikan dengan peningkatan keterampilan. Soal SDM butuh jutaan tenaga kerja yang harus ditingkatkan kemampuannya dan harus dilakukan bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangnas 2019.

Hadir mewakili Gubernur Olly Dondokambey yang sedang tugas luar negeri, Kandoie mengatakan, perencanaan pembangunan yang baik akan menentukan keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara.

Menurut Kandouw, sudah menjadi kewajiban pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Sulut untuk melaksanakan sebaik mungkin di setiap aspeknya dengan memperkuat sinkronisasi dan sinergitas kebijakan perencanaan pembangunan.

“Harus ada sinkronisasi kebijakan perencanaan mulai pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional,” beber Kandouw.

Acara yang bertujuan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 tersebut, turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja lainnya, pimpinan DPR dan MPR dan kepala daerah seluruh Indonesia.

Editor : Herly Umbas

 

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan