Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Rano Lewo Telan Korban Pria Lansia, Diduga Ini Penyebabnya - Fajar Manado

Rano Lewo Telan Korban Pria Lansia, Diduga Ini Penyebabnya

Rano Lewo Telan Korban Pria Lansia, Diduga Ini Penyebabnya
Langowan Utara, Fajarmanado.com — Sungai mungil nan eksotis, Rano Lewo di Desa Toraget, Kecamatan Langowan Utara, Minahasa, menelan korban jiwa. Pria lanjut usia ditemukan tewas terapung, Kamis (9/5/2019).

Korban yang telanjang badan bercelana pendek warna hitam itu, belakangan diketahui bernama Edy Sekeon (73 tahun), warga Desa Karumenga Jaga 3, juga Langowan Utara.

Korban ditemukan pertama kali oleh Eldon Kamu (45 tahun), sekitar pukul 08.00 Wita, yang pagi itu hendak berendam di kolam air panas suam-suam kuku.

Ketika masuk berendam di salah satu sisi kolam, yang mulai ramai dikunjungi wisatawan, ini tiba-tiba melihat sesosok tubuh yang terapung di tengah kolam dalam posisi tengkurap.

Baca Juga :  Dikuasai Partai Penguasa, Inilah 35 Caleg Terpilih DPRD Minahasa

Saksi pun berenang ke tengah kolam, kemudian menarik tubuh korban yang tidak bergerak lagi itu ke tepi lalu membalikkan badannya.

Dalam keadaan bingung, datang dua warga yang juga  berniat berendam air panas, Rendi Lumingas (42 tahun) dan Jefry Wilar.

Jefri selanjutnya bergegas menuju perkampungan Desa Toraget dan melaporkannya kepada Hukum Tua, Sandra Sepang, yang kemudian diteruskan kepada pihak Polsek Langowan.

Setelah dilakukan identifikasi, identitas korban berhasil diketahui, lantas disampaikan kepada pihak keluarga.

Anak korban, Sandra Sekeon (43 tahun) dan Jeane Sekeon (47 tahun) menuturkan, sang ayah tinggal seorang diri karena ibu mereka telah meninggal dunia.

Baca Juga :  ROR-RD Alokasikan 500 Juta, Camat Pandey: Masyarakat Tompaso Patut Mengapresiasi

Mereka mengetahui apabila korban sering berendam di kolam Rano Lewo dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer dari rumahnya.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Budi Setia, Langowan. Hasil pemeriksaan luar oleh Dokter Nancy Bawiling, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat, korban kekurangan oksigen akibat tekanan darah saat berendam di kolam.

Sementara itu, Kapolsek Langowan, Iptu Mardy Tumanduk mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat pernyataan penolakan,” ujar pria simpatik ini.

Sumber: Humas Polda Sulut

Editor    : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan