Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tebas Kepala Tetangga hingga Telinga Terbelah, Aswin Ngumpet - Fajar Manado

Tebas Kepala Tetangga hingga Telinga Terbelah, Aswin Ngumpet

Tebas Kepala Tetangga hingga Telinga Terbelah, Aswin Ngumpet
Ratahan, Fajarmanado.com — AM alias Aswin, tersangka pelaku pembunuhan tetangganya sendiri, Ari Kongingi di Kelurahan Wawali, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara ini dikabarkan gemetaran seusai beraksi pada Sabtu (18/5/2019) malam.

Aswin dikenal sebagai seorang yang tempramental. Pria berusia 52 tahun ini, dikenal suka buat keributan. Apalagi jika sudah menegak minuman keras.

Kebiasaan mengkonsumsi minuman keras dan perangai temperamental itulah yang membuat ayah dua anak perempuan ini beberapa kali berurusan dengan polisi.

“Tapi tak sempat diproses sampai sidang,” kata Kapolsek Ronny Tumalun kepada Fajarmanado.com, Senin (20/5/2019).

Malam berdarah itu terjadi berawal dari niatan Aswin untuk mengkonsumsi minuman keras. Saat itu, dia datang di rumah korban Ari Kongingi untuk membeli cap tikus, minuman keras tradisional ini.

Ketika menyampaikan niatnya, Ari meladeni. Sekadar basa basi, sambil menuangkan cap tikus, Ari bertanya kapan anak perempuan Aswin akan menikah.

Ari melontarkan pertanyaan itu karena tahu persis anak Aswin sudah kelihatan mengandung.

Mendengar pertanyaan tak terduga itu, Aswin bereaksi marah. Dia pun menegaskan supaya Ari tidak mencampuri urusan privasi rumah tangganya.

Baca Juga :  KPU Mitra Sukses Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara Tingkat Kabupaten

Tanpa menunggu captikus pesanannya yang tengah dituangkan, Aswin berbalik dan berjalan keluar dari warung Ari.

Melihat reaksi pria tetangga yang tinggal di seberang rumahnya itu, Ari pun menyusul dan bertanya kenapa Aswin tersinggung.

Adu mulut pun terjadi. Bahkan, ketika warga sekitar mencoba melerai, Aswin tidak menggubris. Termasuk, kepala lingkungan setempat yang datang kemudian.

Meski begitu, Aswin masuk ke dalam rumahnya. Sementara, korban Ari tak beranjak dari depan warungnya.

Tanpa ada yang menduga dan mengawasi, tiba-tiba terdengar benturan keras dan seorang pria telah tergelak bersimbah darah di jalan raya, depan warung.

Darah bercucuran dari pria yang diketahui tak lain adalah Ari, pemilik warung itu. Bagian kiri kepalanya tampak luka menganga mulai dari telinga yang terbelah dua secara horisontal.

Sementara Aswin berdiri di dekat korban sambil memegang parang jenis badung yang telah bersimbah darah.

Tak ada yang berani mendekati Aswin yang menurut saksi mata wajahnya saat itu terlihat pucat pasi. Ia pun kemudian, berjalan kembali masuk ke dalam rumahnya.

Baca Juga :  Montolalu Ajak Masyarakat Mitra Hilangkan Perbedaan Pasca Pemilu

Tak berselang beberapa saat, sejumlah personil Polsek Ratahan tiba di lokasi.

Pencarian terhadap tersangka pun ramai dilakukan bersama dengan masyarakat karena Aswin tak berada lagi di dalam rumahnya.

Namun, parang yang digunakan tersangka menebas tetangganya telah ditinggal di dalam rumah.

“Pengakuan anak tersangka, ayahnya sudah ke luar rumah tapi tak bilang akan kemana. Kemungkinan, pergi ke kebun,” ujar Kapolsek Ronny Tumalun.

Beberapa saat kemudian, seorang anggota Polsek Ratahan yang menggunakan senter, melihat ada seseorang yang ngumpet di antara dua rumah penduduk yang berdempetan. Ia tak lain adalah Aswin.

“Ketika ditangkap, tersangka gemetaran dan tidak melakukan perlawanan,” kata Tumalun, yang mantan Kapolsek Langowan dan Kawangkoan ini.

Sementara itu, nyawa korban Ari tak bisa tertolong. Korban yang dirujuk dari Puskesmas Ratahan ke RSUD Noongan dikabarkan meninggal dunia pada pukul 00.30 Wita, Minggu (18/5/2019) dini pagi.

Penulis: Didi Gara

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan