Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tidak Terima Teguran, Mangamis Menebas Kongingi Pakai Parang - Fajar Manado

Tidak Terima Teguran, Mangamis Menebas Kongingi Pakai Parang

Tidak Terima Teguran, Mangamis Menebas Kongingi Pakai Parang
Ratahan, Fajarmanado.com — Tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) terjadi di Jalan Raya Kelurahan Wawali Lingkungan II, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, Sabtu malam (18/05/2019) pkl. 22.00 Wita.

Kasus penganiayaan ini dilakukan oleh tersangka lelaki berinisial AM alias Aswin, 52 tahun, terhadap korban lelaki Ari Kongingi, 47 tahun, keduanya merupakan warga Kelurahan Wawali kecamatan Ratahan.

Peristiwa ini berawal dari pertengkaran tersangka dengan anaknya.

Mendengar pertanyaan ini, AM balik mengatakan korban agar jangan ikut campur urusan rumah tangganya. Kemudian, beranjak pulang rumah, yang hanya bersebrangan dengan rumah korban.

“Karena tidak mau menerima teguran dari teman sehingga tersangka langsung membawah senjata tajam dan langsung menebas korban Ari Kongingi hingga langsung tersukur ke aspal,” ujar Bruri.

Lebih lanjut Bruri mengatakan ketika kami sedang mengikuti arisan di rumah bapak Didi Lengkey tiba tiba kami mendengar keributan di luar, kami langsung keluar dan mendapati tersangka sedang ba ribut di jalan Setapak samping rumahnya.

Baca Juga :  Diduga Beda Pilihan, Oknum Kumtua Terpilih Ini Larang Warga Buka Usaha

” Ketika kami menegur tersangka langsung mengatakan jangan ikut campur dengan kita pe urusan keluarga, jang kita panggal pa ngana.
Mengengar apa yang korban ucapkan, Bruri lamgsung menuju ke rumah kepala lingkungan yakni bapak Rudi Wohongan untuk mengamankan tersangka ini, setelah itu kepala lingkungan langsung menuju rumah tersangka untuk mengamankan situasi,” beber Bruri.

Setelah situasi aman, diam diam tersangka langsung berjalan menuju kepada sang korban dan langsung menebas sehingga tersukur ke aspal.

Selesai menebas korban tersangka langsung menjauhi TKP.

Melihat korban Ari sudah tersungkur di jalan, para masyarakat yang ada di sekitar TKP langsung berkumpul dan membawa korban ke Puskesmas Ratahan dan langsung di rujuk ke RSUD Noongan.

Akibat luka di bagian kepala yang sangat parah, korban mengembuskan nafas terakhir di RSUD Noongan pada minggu dini hari pukul 01.30 Wita.

Baca Juga :  Sumendap Lantik 97 Hukum Tua di Kabupaten Mitra

Dengan kepergian Almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Kongingi Rori.

Salah satu anak dari almarhum, Via mengatakan dengan kepergian bapak kami tercinta, kami keluarga berharap pihak berwajib bisa menuntaskan kasus yang menimpa keluarga kami.

Sementara itu, Nune Lahay, juga mengutarakan hal sama. Menurutnya, p elaku dan korban tidak ada masalah sebelumnya.

“Korban Ari Kongingi adalah sosok yang sangat ramah terhadap semua orang,” ujar Lahay.

Kapolsek Ratahan Kompol Ronny Tumalun saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penganiayaan ini serta mengungkapkan bahwa Tersangka bersama barang bukti telah diamankan pihaknya.

“Korban dievakuasi ke Puskesmas Ratahan kemudian dirujuk ke RSUD Noongan, Langoan. Untuk tersangka bersama barang bukti parang sudah kami amankan untuk proses penyilidikan dan penyidikan,” ungkap Kompol Ronny.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan