Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Pekerjaan Drainase Tertutup Di Molompar Satu Sudah Mulai Action - Fajar Manado

Pekerjaan Drainase Tertutup Di Molompar Satu Sudah Mulai Action

Pekerjaan Drainase Tertutup Di Molompar Satu Sudah Mulai Action

Ratahan,Fajarmanado.com — Pembangunan drainase tertutup di desa molompar satu kecamatan Tombatu Timur sementara dikerjakan.

Pekerjaan drainase tertutup sepanjang 52 meter akan dikerjakan dalam satu minggu ini.

“Target pekerjaan untuk minggu ini Sekitar 52 Meter namun melihat pekerjaan yang dikerjakan oleh masyarakat kelihatannya pekerjaan untuk minggu ini akan bertambah,” Ujar Hukum Tua Molompar Satu Feri Lumintang.

Sementara itu Bendahara Desa Oldy Kawulusan mengatakan untuk anggaran dana desa yang di tarik untuk pembiayaian pekerjaan yang dialokasikan oleh dana desa sebesar Rp 80.200.00.

“Pembiayaan Drainase tertutup sepanjang minggu Pertama dan Biaya Pemberian makanan tambahan serta Teken listrik,”ujar Kawulusan.

Kawulusan juga menambahkan untuk Transparansi pengelolaan dan pemanfaatan keuangan dana desa (Dandes) di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) layak diapresiasi. Betapa tidak, seluruh Hukum Tua untyk pengelolaan dandes diwajibkan untuk melaporkan pemanfaatannya ke kepolisian sektor (polsek) di wilayah masing-masing dan wajib melaporkan di setiap ibadah minggu di gereja bahkan di Masjid.

Baca Juga :  Dana Desa Esandom Dua Prioritas Bangun Drainase Tertutup

Terpantau salah satu desa di wilayah Kecamatan Tombatu Timur yakni Desa molompar satu yang akan melaporkan penggunaan dana desa di tempat tempat ibadah bahkan akan membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Ini menjadi kewajiban kami setiap desa di Mitra untuk melaporkan realisasi pemanfaatan dana desa ke pihak kepolisian. Dan kebetulan kami salah satu desa di Tombatu Timur yang akan membawanya di Polsek,” ujar Hukum Tua Molompar Satu Fery Lumintang di dampingi Bendahara Desa Oldy Kawulusan.

Menurut dia, pelaporan ini dilakukan setiap Minggunya. Dokumen yang dimasukan berupa laporan rekapan penggunaan dana desa yang sudah digunakan setiap Minggu. Hal ini juga menjadi salah satu syarat pencairan untuk Dana Desa tahap lanjutan.

Baca Juga :  Tidak Terima Teguran, Mangamis Menebas Kongingi Pakai Parang

“Sekarang penerapan pelaporan keuangan dari pemkab sudah sangat ketat. Akan tetapi itu baik dan kami harus menyesuaikan sebagai bagian dari transparansi,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Mitra, Jotce Wawointana melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dani Wahongan mengungkapkan, kewajiban pelaporan pemanfaatan dana desa ke pihak kepolisian dilakukan sebagaimana kebijakan Bupati James Sumendap. Tujuannya untuk menerapkan sistem transparansi keuangan dan upaya pencegahan penyalahgunaan keuangan.

“Setiap desa memang diwajibkan. Jadi selain pelaporan mingguannya ke PMD dan Inspektorat, juga harus ke Polsek di masing-masing wilayah,” terang Wahongan.

Lanjut dia, jika kemudian dalam penerapannya desa tidak melaporkan pelaporannya ke aparat kepolisian, maka akan mempengaruhi proses pencairan selanjutnya.

“Harus diketahui juga bahwa sistem pencairan dana desa tidak sembarangan. Itu bisa dilakukan setiap minggu dan bukan secara gelondongan,” Tandasnya.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan