Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Astaga..! Bobol Perawan Anak Kandung Hingga Hamil, Nelayan Ini Menghilang - Fajar Manado

Astaga..! Bobol Perawan Anak Kandung Hingga Hamil, Nelayan Ini Menghilang

Astaga..! Bobol Perawan Anak Kandung Hingga Hamil, Nelayan Ini Menghilang
Kantor Polres Kepulauan Talaud. Foto: Ist/Humas Polda Sulut.
Nanusa, Fajarmanado.com — Aksi amoral ayah terhadap anak kandung kembali terjadi. Kali ini terkuak menimpa gadis ingusan warga Desa Dampulis, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

SP, pria 36 tahun ini dikabarkan nekad membobol perawan Bunga, nama samaran selang sekitar dua tahun.

Berulangkali menikmati kemolekkan tubuh anak Bunga yang tengah mekar, menyebabkan gadis 15 tahun itu kini dinyatakan hamil delapan bulan. SP pun menghilang entah kemana.

Aksi bejat SP yang berprofesi nelayan ini terbongkar setelah Bunga tak kuasa menahan aib akibat desakan ibu kandung dan keluarga.

Bunga akhirnya menguak borok yang  tengah dikandungnya akibat aksi amoral yang dilakukan ayak kandungnya sendiri.

Bagai disambar petir di siang bolong, sang ibupun sangat terkejut bercampur murka. Ia mencari suaminya namun tak ketemu. Akhinya, melaporkannya ke Polsek Nanusa.

Baca Juga :  Lahap Gadis Ingusan, Napi Cabul Kambuhan Ketakutan Dibekuk URC Totosik Tomohon

Pihak polisi kemudian mencari jejak SP yang telah menghilang, tapi belum juga ditemukan. Sambil mengendus jejak terlapor, polisi melimpahkan penanganannya ke Unit PPA Satreskrim Polres Kepulauan Talaud, mengingat korbannya masih dibawah umur.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud, Iptu Muhammad Maulana Miraj membenarkan adanya laporan kasus ayah cabuli anak kandungnya tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya telah memeriksa dan memintai keterangan korban bersama sejumlah saksi dan membuat visum et repertum.

“Kami juga berkoordinasi dengan Polres jajaran lainnya terkait pengembangan kasus ini, karena tersangka melarikan diri,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/05/2019), siang.

Keterangan yang diperoleh polisi, kata dia, aksi tak senonoh ini terjadi sejak korban masih duduk di bangku kelas 6 SD pada 2017 silam, kemudian berlanjut hingga April 2019.

Baca Juga :  Wow..! FHC Kemenkes, Dinkes dan RSUP Kandou Layani 1.290 Pasien, 43 Dioperasi di 3 Pulau Terpencil

“Tersangka mencabuli anak kandungnya berulang kali, di sejumlah tempat. Antara lain, di rumah, perkebunan dan pantai desa setempat, bahkan di atas perahu saat perjalanan dari Dampulis menuju Akas,” jelas Kasat Reskrim.

Korban saat membuat laporan mengaku selalu mendapat ancaman dari ayahnya supaya tidak mencerikatan hal tersebut kepada siapa pun.

Namun begitu, karena tak kuat menanggung beban dan derita, korban yang kini berbadan dua akhirnya memberanikan diri bercerita kepada sang ibu.

“Kami terus mengejar tersangka, dan jika tertangkap pasti kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandas Kasat Reskrim Iptu Muhammad Maulana Miraj.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan