Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tipikor Polres Sidik Korupsi Rp.250 Juta Dana Desa di Minahasa - Fajar Manado

Tipikor Polres Sidik Korupsi Rp.250 Juta Dana Desa di Minahasa

Tipikor Polres Sidik Korupsi Rp.250 Juta Dana Desa di Minahasa
Tondano, Fajarmanado.com — Meski dikabarkan terus berbeda dengan sikap Inspektorat setempat, Tipikor Polres Minahasa bertekad terus menguak kasus korupsi dana desa di Kabupaten Minahasa.

Kali ini, Polres Minahasa yang bawah pimpinan AKBP Denny Situmorang, SIK tengah menyidik laporan dugaan dana desa tahun 2017 di Desa Raringis Selatan, Kecamatan Langowan Barat.

Tak kurang, empat orang telah dipanggil dan dimintai keterangan sejak 7 Mei 2019. Karena, sesuai laporan, diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp.250 juta.

Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang, SIK melalui Kepala Unit (Kanit) Tipikor, Zulfikri Darwis, SH membenarkan tengah melakukan pendalaman melalui penyidikan atas dugaan korupsi dana desa Raringis Selatan tahun 2017.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

“Ya, sementara dalam tahap sidik. Enam orang sudah kami mintai keterangan sampai saat ini,” katanya saat dikonfirmasi Fajarmanado.com di Mapolres, Tondano, Senin (27/5/2019).

Meski demikian, ia mengatakan belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Tapi, berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan yang berhasil dikumpulkan, diduga keras telah terjadi kerugian negara dalam pengelolaan dana desa di Desa Raringis Selatan tahun 2017.

“Sekarang sementara dilakukan perhitungan kerugian negara dari tim ahli,” kata dia.

Sesuai cacatan media online ini, setidaknya Polres Minahasa telah menyidik delapan laporan dugaan tindak pidana korupsi dana desa dalam beberapa tahun terakhir, namun tak satu pun yang berhasil masuk pengadilan Tipikor.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

Menanggapi hal ini, Darwis mengakui selalu terkendala dengan sikap pihak Kantor Inspektorat Minahasa soal dugaan kerugian negara.

Perhitungan polisi, lanjut dia, terus berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan pihak Inspektorat yang terus saja mengklaim tidak ada kerugian negara.

“Makanya, saat ini kami langsung meminta bantuan BPKP agar lebih transparan dan kredibel,” kata penyidik yang berhasil membawa mantan Bupati Bolmong, MMS divonis Pengadilan Tipikor ini.

Penulis: Farly Buyung

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan