Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Berdayakan Potensi Sumber Daya Alam, Desa Sendangan Satu Tuntaskan Jalan Perkebunan - Fajar Manado

Berdayakan Potensi Sumber Daya Alam, Desa Sendangan Satu Tuntaskan Jalan Perkebunan

Berdayakan Potensi Sumber Daya Alam, Desa Sendangan Satu Tuntaskan Jalan Perkebunan
Penampakan jalan rabat beton di Perkebunan Lengkoan yang dibangun dengan Dana Desa Sendangan Satu, Kecamatan Sonder ketika ditinjau tim pemdamping desa. Foto: Istimewa.
Sonder, Fajarmanado.com — Potensi sumber daya alam Desa Sendangan Satu, Kecamatan Sonder, Minahasa cukup berlimpah. Namun, akses ekonomi ke semua kawasan perkebunan yang mencapai sekitar 125 hektar masih sangat terbatas.

“Untuk itu, sesuai program bersama masyarakat, dana desa terus disisihkan untuk pembangunan jalan kebun setiap tahun,” kata Hukum Tua (Kumtua) Sendangan Satu, Swinglie Kalvin Wangko kepada Fajarmanado.com di Sonder, Rabu (29/5/2019).

Kumtua berusia 34 tahun ini, tak menampik apabila sesuai APBDes, dana desa 2019 sebagian besar dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan jalan kebun, baik masih berbentuk perkerasan maupun rabat beton.

“Target kami, akan menuntaskan pembangunan jalan menuju perkebunan Lengkoan karena sangat potensial agar mobilisasi hasil-hasil pertanian dapat semakin ditekan,” katanya.

Hamparan perkebunan Lengkoan yang berada di bukit Lengkoan, ini tersambung dengan perkebunan Wawona, yang masuk wilayah Kawangkoan dan Kawangkoan Utara.

Di hamparan perkebunan yang mencapai 650 hektar, yang masuk program Agropolitan Pakakaan, ini terus digenjot pembangunan jalannya sejak masa pemerintahan Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang dan Bupati Drs. Stevanus Vreeke Runtu mulai sekitar tahun 2006.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

Ruas jalan dari Kelurahan Kinali Satu, Kawangkoan tembus Desa Kiawa Dua Timur, Kawangkoan Barat dan Desa Kolongan Atas, Sonder sudah berhasil ditata dan dibangun. Bahkan, sebagian di antaranya berbentuk aspal hot mix.

“Yang kami bangun, jalan pintas penghubung jalan nasional Sonder-Kawangkoan di wilayah perkebunan Songklat, melintas di depan sekolah Korea sampai tembus ke jalan di kebun Lengkoan yang membentang dari Desa Kolongan Atas,” jelas Swinglie Wangko.

Ruas jalan kebun itu sendiri ada sekitar 5 kilometer. Dalam dua tahun masa pemerintahannya, tahun 2017-2018, lanjutnya, sudah dirabatbeton sepanjang 1,3 kilometer.

“Tahun ini kami menganggarkan membangun 400 meter. Kalau sudah tersambung, maka tinggal sekitar 500 meter lagi sudah tuntas dan tersambung dengan ruas jalan lain di atas,” jelasnya.

Selain ruas jalan tersebut, kata Swinglie, dana desa tahun ini juga akan dialokasikan untuk lanjutan perkerasan jalan kebun di sebelah Selatan desa, dari perkebunan Songklat menuju Jaga 1 Desa Sendangan Satu.

Baca Juga :  Digelar 25-26 Oktober di Tondano, Panitia Konsultasi Tahunan Pemuda Sinode GMIM 2019 Rapatkan Barisan

“Kalau sudah mencapai sisi pemukiman, kami memprogramkan untuk membangun jembatannya,” paparnya.

“Sudah dikonsultasikan, baik dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi, tapi kita tuntaskan dulu pengerasan jalannya,” sambung dia.

Di samping ke dua jenis pekerjaan tersebut, menurut Swinglie, dana desa 2019 juga akan dialokasikan untuk menuntaskan pembangunan jalan setapak dalam kawasan pemukiman penduduk.

“Untuk jalan di pemukiman, sudah tersentuh semuanya dengan dana desa,” kata Swinglie, yang ketika itu menerima telepon dari Dinas PMD untuk menuntaskan administrasi pencairan tahap pertama, 20 persen dari alokasi dana desa 2019.

Desa Sendangan Satu sendiri mendapat total plafon dana desa, alokasi dana desa serta bagi hasil pajak dan retribusi tahun 2019 sebesar Rp.997 juta lebih.

Khusus dana desa yang akan dicairkan tahap pertama adalah sebesar  Rp.139 lebih atau 20 persen dari Rp.697 juta.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan