Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Diduga Dana Pelatihan Menguap, Tiga Unit Pengolahan Sampah Sulut Masih Mubazir - Fajar Manado

Diduga Dana Pelatihan Menguap, Tiga Unit Pengolahan Sampah Sulut Masih Mubazir

Diduga Dana Pelatihan Menguap, Tiga Unit Pengolahan Sampah Sulut Masih Mubazir
Beginilah penampakkan bagian dalam bangunan pengolahan sampah yang dibangun tahun 2016 di perkebunan Raranon Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa. Foto: Heru
Tondano, Fajarmanado.com — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Utara (Sulut) menggelontorkan dana hampir Rp.1,5 miliar membangun tiga unit pengolahan sampah pada tahun 2016. Namun sayangnya hingga kini belum juga difungsikan.

Bangunan lengkap dengan kantor dan mesin pencacah sampah telah berdiri di Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa dan satu laginya berada di Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.

Namun demikian, ke tiga sarana pengolahan sampah itu belum juga dioperasikan alias masih mubazir.

Malahan, di dalam bangunan tempat pengolahan sampah di perkebunan Raranon, sebelah Utara Desa Kanonang Dua, tidak terlihat lagi adanya mesinnya. Yang ada hanya rangkanya.

“Mesinnya ada. Saya amankan di rumah, jangan sampai hilang dicuri orang,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Kanonang Dua, Welly Rawis kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan Barat, Kamis (13/6/2019).

Ia mengakui bahwa pembangunan gedung pengolahan sampah itu dikerjakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KDM) menjelang akhir tahun 2016.

Baca Juga :  Mulai Besok, Polda Sulut Gelar Operasi Patuh Samrat, Ini yang Disasar

“Ya, itu dikerjakan secara swadaya sesuai petunjuk teknis Dinas PU Cipta Karya Sulut. Dana 490 juta lebih yang dialokasikan, termasuk pula pengadaan dua unit motor sampah,” ujar Kumtua yang berhasil mengantar Desa Kanonang Dua sebagai juara lomba desa tahun 2016 ini.

Lantas, kenapa belum juga difungsikan sampai saat ini, Kumtua Welly menyatakan apabila pihaknya tidak punya tenaga teknis yang disiapkan untuk mengoperasikan sarana pengolahaan sampah tersebut.

“Setahu saya, bukan hanya di desa kami yang belum dioperasikan, di Desa Leilem dan Kelurahan Kawangkoan Bawah, Airmadidi juga sama. Belum bisa dioperasikan karena menghadapi kendala yang sama,” kilah dia.

Menurut Kumtua Welly, ketika ditetapkan sebagai lokasi pembangunan sarana pengolahan sampah, pihaknya diminta menyiapkan tenaga operasional khusus yang akan dilatih Dinas PU.

“Sampai sekarang, tidak pernah dipanggil. Sudah beberapa kali saya konsultasikan, tapi tetap saja belum ada pelatihan sampai saat ini,” ketus pria yang dikenal vokal ini.

Baca Juga :  Mulai Besok, Polda Sulut Gelar Operasi Patuh Samrat, Ini yang Disasar

Persoalan ini, lanjut dia, sudah disampaikannya kepada pihak Inspektorat Sulut di Manado.

“Saya sudah menyampaikan langsung persoalan ini kepada inspektorat. Saya tak mau kalau kami disalahkan,” katanya.

Apakah ada mungkin pos dana pelatihan untuk itu telah menguap, Kumtua Welly hanya tersenyum, kemudian buru-buru berkata, “wah, soal itu saya tidak tahu. Yang pasti, pelatihan yang dijanjikan Dinas PU itu belum juga dilaksanakan.”

Sarana pengolahan sampah Desa Kanonang Dua tersebut juga direncanakan akan mengcaver sampah di objek wisata Bukit Kasih Kanonang, selain tentu sampah produksi masyarakan pada lima desa Kanonang raya.

“Sebenarnya akan sangat membantu. Karena, fi luar sampah plastik, sampah akan diolah menjadi pupuk anorganik untuk kebutuhan pertanian,” paparnya.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan