Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Petani Minsel Menjerit, Tuding Penyaluran Bantuan Pertanian Pilih Kasih - Fajar Manado

Petani Minsel Menjerit, Tuding Penyaluran Bantuan Pertanian Pilih Kasih

Petani Minsel Menjerit, Tuding Penyaluran Bantuan Pertanian Pilih Kasih
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Maesaan, Fajarmanado.com — Pemilu 2019 dikabarkan berbias pada kebijakan program bantuan pertanian di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Petani yang berbeda sikap politik dengan ‘penguasa’ setempat mengeluh tidak lagi mendapat jatah bantuan.

“Saya tidak lagi kebagian bantuan bibit. Padahal, saya benar-benar petani yang mengolah lahan, bukan petani berdasi,” ketus petani di Kecamatan Maesaan, Minsel kepada Fajarmanado.com, Selasa (30/7/2019).

Jantje mengatakan, bantuan berbagai jenis bibit dan benih pertanian saat ini sedang disalurkan pemerintah melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Maesaan.

Sesuai pantauan, lanjut Jantje, para penerima sebagian besar adalah kelompok tani pendukung calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar, yang notabene di Sulawesi Utara dipimpin oleh Christiany Eugene Paruntu, yang juga Bupati Minsel ini.

Baca Juga :  Fransisco Wohon, Siswa SMA N1 Maesaan Wakili Sulut Ikut SMN

“Kalau seperti kami bukan pendukung Golkar, tidak lagi kebagian jatah bantuan,” ketus sumber yang meminta namanya disamarkan ini.

Upaya meminta bantuan kepada Dinas Pertanian (Distan) Sulut, menurutnya, juga kandas. Karena, pihak BP3K Maesaan tidak meladeni permintaan rekomendasi atau tandatangan dari kelompok tani mereka.

“Tahun-tahun sebelumnya, kelompok tani kami selalu mendapat bantuan bibit, namun saat ini tidak lagi diberikan hanya karena ada muatan politik, sehubungan dengan Pileg baru-baru,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan sikap pilih kasih dari pihak BPP setempat mulai awal tahun ini. “Alasan mereka, ini sesuai petunjuk Pak Kadis Pertanian,” ungkap dia.

Baca Juga :  Mulai Besok, Polda Sulut Gelar Operasi Patuh Samrat, Ini yang Disasar

Kadis Pertanian Minsel, Franky Pasla belum menanggapi persoalan ini. Berkali-kali ditelepon maupun dikirimi pesan SMS melalui nomor 08124111xxx, tidak direspons sejak tadi malam.

Kepala BP3K Maesaan, Jemmy Sorongan menampik tudingan adanya pilih kasih dalam penentuan penerima bantuan tahun 2019 ini.

“Bantuan sementara kami salurkan. Kalau toch, masih ada yang tidak kebagian, sepanjang memenuhi syarat akan kami usulkan kembali,” katanya ketika dihubungi Rabu (31/7/2019), pagi ini.

Mengenai sikapnya menolak merekomendasi permohonan bantuan dari kelompok tani tertentu untuk mengajukan proposal ke Dinas Pertanian Sulut, dengan nada diplomatis, ia mengatakan bahwa hal itu bukan kewenangan pihaknya, namun Dinas Pertanian Minsel.

Penulis: Prokla Mambo

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan