Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Diduga Beda Pilihan, Oknum Kumtua Terpilih Ini Larang Warga Buka Usaha - Fajar Manado

Diduga Beda Pilihan, Oknum Kumtua Terpilih Ini Larang Warga Buka Usaha

Diduga Beda Pilihan, Oknum Kumtua Terpilih Ini Larang Warga Buka Usaha

Belang, Fajarmanado.com — Pilhut 2019 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dikabarkan berbuntut. Diduga karena beda pilihan politik, salahsatu keluarga di Desa Mangkit, Kecamatan Belang tak dizinkan membuat bangunan usaha oleh oknum Hukum Tua terpilih.

Pasangan Ferry-Yenny, warga desa setempat mengeluh dicegah Hukum Tua (Kumtua) terpilih membangun tempat usaha di sekitaran resting area Desa Mangkit.

“Kami sudah menyediakan bahan bahan untuk membuat tempat usaha di sekitar resting area sehingga boleh mengdokrat ekonomi keluarga kami,” kata pasangan Suami istri Om Feri dan Tante Yeni kepada Fajarmanado.com di Mangkit, Jumat (11/10/2019).

Feri menuturkan, disaat membangun, tiba tiba datang oknum Kumtua terpilih di Desa Mangkit, kemudian mencegah dan melarang dirinya membuat tempat usaha.

Baca Juga :  Sumendap Lantik 97 Hukum Tua di Kabupaten Mitra

“Kami hanya keluarga miskin yang akan berusaha menyambung kehidupan kami lewat menjual di kompleks resting area,” ujar Feri dengan meneteskan Air Mata.

Niatan Om Feri untuk menjual di resting area akhirnya batal karena dicegah bahkan dilarang oleh hukum tua terpilih Simon Aling.

” Cuma Air mata yang bisa menetes di pipi, kami tidak bisa bantah kepada pak simon,Ini akibat tidak pilih sama pak simon waktu pilhut lalu,” tutur Feri.

Terpisah, Kumtua Terpilih Desa Mangkit, Simon Aling ketika dikonfirmasi oleh Fajarmanado.com Sabtu (12/10/2019) menjelaskan, lokasi tempat berjualan dari masyarakat sudah brrada di bahu jalan.

Baca Juga :  Sumendap Lantik 97 Hukum Tua di Kabupaten Mitra

“Bahkan, lokasi berjualan dari masyarakat di sekitar situ merupahkan tempat parkir mobil dari jemaat KGPM bukan tempat berjualan,” ungkap Aling. Makanya, dirinya pun melakukan pencegahan.

Aling kemudian membantah kalau dirinya melarang berjualan dari salah satu keluarga di kompleks resting area karena beda pilihan pada waktu Pilhut lalu.

“Di benak saya, saya akan menata desa ini ke arah yang lebih hebat dan lebih sejahtera dengan tulus tanpa pilih kasih,” tandas Aling.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan