Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats 3 Hari Bergelut di Laut, Beginilah Nasib Pria Tagulandang - Fajar Manado

3 Hari Bergelut di Laut, Beginilah Nasib Pria Tagulandang

3 Hari Bergelut di Laut, Beginilah Nasib Pria Tagulandang
Marnis Patolongan, korban selamat setelah tiga hari terobang ambing dengan perahunya di laut Sitaro dengan Talaud.
Talaud, Fajarmanado.com — Marnis Patolongan, pria 45 tahun asal Desa Bira, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) bergelut dengan keganasan laut selama tiga hari.

Marnis ditemukan tak berdaya di punggung perahu yang terbalik terombang ambing di laut antara Pulau Napombalu-Buih 77, Desa Damau, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (9/8/2018), sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin.

Pria berkulit agak hitam dan rambut bergelombang itu ditemukan pertama kali oleh nelayan lokal, Mayore Anti, 26 tahun,  saat dirinya sedang melaut.

“Saya melihat seorang pria yang berada di sebuah perahu yang sudah terbalik,” ujarnya.

Baca Juga :  Pakai Kacamata Selam, Mayat Nyaris Tinggal Tulang Mengapung di Laut Talaud

Ketika itu, kata Mayore, pria yang tak dikenal itu dalam kondisi sangat lemas. Korban pun dievakuasinya menuju daratan, kemudian di bawa ke Puskesmas Damau untuk mendapatkan perawatan medis.

Marnis mengatakan, Senin (6/8/2018), dirinya melaut menggunakan perahu. Tak ada firasat buruk sama sekali, apalagi cuaca saat itu sangat cerah.

Namun ketika sudah sekitar enam jam kemudian dan berada di tengah laut, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang disertai ombak besar sehingga perahunya terbalik.

“Saya berangkat melaut pada sekitar jam 4 pagi. Sekitar jam 10 pagi itu,  dan pukul 10.00 WITA, perahu saya dihantam badai kencang hingga rusak dan terbalik,” tuturnya.

Baca Juga :  Kodim 1312 Talaud Gelar Tatakelola Anggaran dan Wasrik Internal

Kondisi perahu yang terbalik dalam keadaan rusak parah, membuat Marnis tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa bertahan berpegangan pada bagian perahu agar tidak hanyut terseret ombak dan arus laut.

Selama tiga hari Marnis terombang-ambing di lautan dan hanyut hingga ke wilayah.perairan laut Kepulauan Talaud. “Saya bersyukur bisa selamat,” ujar korban.

Kapolsek Kabaruan, Iptu Jefry Panambunan mengatakan, korban saat ditemukan dalam kondisi lemas. “Namun berangsur-angsur sembuh saat mendapaf merawatan medis di Puskesmas Damau,” katanya sambil mengungkapkan bahwa keluarga korban sudah berhasil dihubungi.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan