Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

505 Atlet Muda Berebut 18 Tiket Beasiswa Bulutangkis Djarum di Manado

505 Atlet Muda Berebut 18 Tiket Beasiswa Bulutangkis Djarum di Manado
Dua pebulutangkis muda berjabat tangan seusai usai bertanding pada Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018 di GOR Arie Lasut Manado, Sabtu (5/5/2018). Foto: Ist.
Manado, Fajarmanado.com — Animo pebulutangkis muda merebut tiket Beasiswa Djarum 2018 ternyata sangat besar. Tercatat, 505 atlet mengikuti ajang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang mulai digelar di GOR Arie Lasut Manado mulai Sabtu (5/5/2018) pagi tadi.

Audisi pencarian bibit pebulutangkis junior berbakat yang digelar tiga hari (5-7 Mei) ini hanya memperebutkan 18 kuota untuk lolos ke Kudus.

Di hari pertama, para atlet yang berdatangan dari 15 kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi Utara, bahkan daerah lain tersebut sudah memperlihatkan kemampuan mereka di hadapan para pemandu, seperti legenda pebulutangkis ganda Indonesia,  Christian Hadinata,  juga Fung Permadi, Bobby Ertanto, Lius Pongoh, Luluk Hadiyanto, Engga Setiawan, Denny Kantono, Richard Mainaky, Meliana Jauhari, dan Shendy Puspa.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi, mengatakan, hari pertama biasanya belum bisa dijadikan ukuran karena para peserta banyak yang masih menyimpan kemampuan terbaik mereka.

“Seperti di dua kota awal audisi umum tahun ini, di Pekanbaru dan Balikpapan. Para pemain baru memperlhatkan teknik yang benar pada hari kedua setelah mendapatkan lawan yang relatif berimbang,” kata Fung seperti dilansir dari Kompas.com, hari ini.

Permadi berharap ada pemain-pemain berbakat di Manado ini yang akan terjaring.

“Apa pun kami diberi kuota untuk meloloskan 18 atlet dari tiap daerah.  Tetapi kami berharap tentunya tidak minimalis. Tahun lalu,  ada pemain dari Manado ini, Angelica Devira Pascoal yang setelah mengikuti pelatihan di Kudus selama satu tahun bisa menunjukkan prestasi yang baik,” ujarnya.

Para atlet muda yang tampil tersebut berasal dari kelompok umur U-11, U-13, U-15 serta beberapa pemain tambahan dari U-17.

Menurut Fung, beban dari  penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis tahun ini semakin berat, karena pihak PB Djarum juga menuntut  para pemain U-11 untuk bisa menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

“Kalau secara pribadi, saya menganggap  usia dini merupakan masa pengembangan rasa cinta anak kepada olahraga pilihannya. Sementara tuntutan prestasi  baru pada  tahap usia lebih lanjut. tetapi  PB Djarum kan juga punya kebutuhan lain,” ungkap Fung.

Dengan perubahan tuntutan ini, Fung juga berusaha memperkuat jajaran pelatih PB Djarum untuk usia dini. Di sektor tunggal putera U-11, tenaga pelatih baru datang dari mantan pemain pelatnas Cipayung, Dionisius Hayom Rumbaka. “Dengan pengalamannya, kita harap Hayom bisa mengarahkan para pemain tunggal putera dalam  hal pengembangan teknik bermain serta insting bertanding,” kata dia.

Sementara di sektor ganda putera,  pihaknya memberi tugas khusus kepada legenda bulu tangkis, Sigit Budiarto untuk juga menangani usia dini.

“Sigit kan dikenal orang dan memiliki  jaringan yang luas di dunia bulu tangkis nasional. Jadi kita berharap dia memperkuat sektor ganda putera termasuk juga dengan menambahkan pemain baru,” kata Fung.

Inilah jadwal Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018. Foto: Ist.

Usai di Manado, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di lima kota lainnya di Pulau Jawa.

Kota-kota tersebut adalah Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Manado akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018.

Pada tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan