Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Astaga..! Korban Meninggal Akibat DBD di Minahasa Bertambah - Fajar Manado

Astaga..! Korban Meninggal Akibat DBD di Minahasa Bertambah

Astaga..! Korban Meninggal Akibat DBD di Minahasa Bertambah
Kadis Kesehatan Minahasa, dr Juliana Kaunang MKes
Tondano, Fajarmanado.com — Serangan nyamuk Aedes Aegypti, pembawa dan penyebar penyakit Demam Berdarah (DBD) patut diberi perhatian lebih pemerintah di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Pasalnya, korban gigitan nyamuk mematikan ini terus bertambah selang tahun 2018 berjalan ini. Bshkan, terhitung sejak medio bulan Januari sampai Juni 2018, sudah terjadi 59 kasus di daerah Toar Lumimuut ini.

Kian memiriskan lagi, ternyata empat diantara korban tercatat telah meninggal dunia. Paling baru adalah kasus meninggalnya bocah delapan tahun bernama  Brijitta Kainde, warga Kelurahan Watulambot, Kecamatan Tondano Barat.

Brijitta, korban DBD ini dilaporkan meninggal pada Senin (9/7/2018)  di RSUP Prof RD Kandouw, Malalayang, Manado setelah dirujuk oleh RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Baca Juga :  Hebat..! Minahasa Bebas Bacaleg Mantan Napi Koruptor

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa dr Yuliana Kaunang MKes, menjelaskan, kasus meninggal dunia akibat penyakit DBD saat ini terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Tondano Raya.

Menurutnya, penyebab tejadinya kasus DBD karena lingkungan yang kotor dan banyak genangan air, yang menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak secara leluasa.

Kaunang menyebutkan, Dinkes hanya bisa melakukan penindakan, seperti Fogging, namun untuk pencegahan itu datangnya dari masyarakat, yang secara bersama-sama rajin membersihkan lingkungan dan menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakan jentik nyamuk.

“Kami sudah melakukan Fogging di semua wilayah yang melaporkan adanya kasus. Namun, Fogging hanya membunuh nyamuk yang sudah beterbangan, sedangkan untuk membasmi jentik nyamuknya, itu harus ada peran dari seluruh masyarakat, bukan hanya satu atau orang saja, yang proaktif membersihkan lingkungan, menimbun barang bekas yang dapat menyebabkan nyamuk berkembang biak, serta menaburkan bubuk Abate kedalam genangan air yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk,” jelas Kaunang.

Baca Juga :  Curi Motor di Langowan, Lelaki Tompaso Baru Dirungkus Polisi

Pantauan Fajarmanado.com, genangan air banyak terlihat pada drainase-drainase di lingkungan pemukiman penduduk. Penyumbatan saluran air sebagian besar terjadi akibat sampah produksi masyarakat menumpuk dan menumbat, selain drainase yang buruk.

Penulis: Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan