Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Astaga..! Selain Tak Sopan, Petugas SPBU Ini Diduga Tipu Konsumen - Fajar Manado

Astaga..! Selain Tak Sopan, Petugas SPBU Ini Diduga Tipu Konsumen

Astaga..! Selain Tak Sopan, Petugas SPBU Ini Diduga Tipu Konsumen
Harga Pertamax, Pertalite dan Dexlite Naik, BBM Bersubsidi Tetap (ilustrasi)
Tomohon, Fajarmanado.com — Sikap dan ulah oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Walian, Kota Tomohon, Sulawesi Utara mendapan sorotan tajam konsumen.

Selain bersikap tidak sopan atau santun, oknum petugas SPBU yang berada di jalan utama Kecamatan Tomohon Selatan itu diduga keras melakukan aksi penipuan.

Yuliana Handayani, mengaku sempat adu mulut dengan karyawan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut, Minggu (17/6/2018) tadi.

Yuliana mengatakan, saat itu dirinya singgah mengisi BBM jenis Pertalite seharga Rp.100 ribu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Seperti biasanya, kata dia, petugas meladeni sesuai prosedur tetap (protap), menyatakan meter pencatat berada pada posisi nol setelah mendengar nilai pengisian.

Tanpa curiga, Yuliana mengiyakan sambil merogoh uang di tasnya, kemudian menyerahkan satu pecahan Rp.50 ribu, dua lembar Rp.20 ribu dan satu lembar pecahan Rp.10 ribu.

Namun ketika memperhatikan posisi jarum BBM mobil, Yuly, sapaan akrab wanita ini, mengaku curiga karena tidak naik bergerak seperti biasanya.

“Saya curiga kenapa bensin saya naik sedikit, maka saya minta struk pengisian kepada petugasnya,” katanya kepada wartawan di Tomohon.

Kecurigaan Yuly semakin bertambah karena petugas lama sekali kasih struk print. “Dia (petugas) rupa bingung-bingung kemudian kasih struk ke saya  yang hanya tertulis angka 10 ribu rupiah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tegur Perselisihan Antarpemuda, Pria Parobaya Babak Belur

Melihat nominal itu, Yuly kemudian mengatakan kepada petugas bahwa dia keliru memberikan struk, karena yang diisinya sebesar Rp.100 ribu.

Struk tersebut kemudian diganti oknum petugas SPBU itu dengan nominal Rp.150 ribu. “Ini Bu, 150 ribu jo neh,” ujar Yuly meniru ucapan oknum karyawan SPBU.

Sodoran nilai struk melebihi harga pembelian, membuat Yuly tak menerimanya. Yuly bersikukuh hanya mau menerima struk yang sesuai nilai pembeliannya.

“Dia bilang mesin rusak, kemudian saya turun dan lihat di meja ada banyak struk, kemudian saya tanya ke temannya mesin ini rusak dan temannya katakan iya rusak,” jelasnya.

Penasaran, Yuli kemudian mengamati struk-struk yanh berserakan di atas meja SPBU. “Saya lihat struk banyak dan tersembunyi. Ada yang hanya Rp 70.040. Saya lihat jam yang sama saya isi bensin,” katanya.

Yuly pun memanggil petugas tersebut, yang mulai beranjak dengan dalih hendak melaporkan kerusakan mesin struk kepada petugas teknis.

Setibanya kembali petugas itu, Yuly menunjukkan nilai struk Rp.70.040, yang waktu pengisian persis dengan saat dia mengisi Pertalite.

Mendengar hal tersebut, oknum karyawan SPBU kembali berdalih jika jumlah uang yang dibayarkan Yuly hanya Rp.70 ribu.

“Saya bilang, saya isi bensin, seperti halnya orang lain, tidak mungkin kasih uang duluan. Di mana-mana konsumen bilang isi bensin Rp 100 ribu, petugas isi bensin dulu selesai mengisi baru kasih uang. Saya kasih uang tadi, satu lembar Rp 50 ribu dan ada dua lembar Rp 20 ribu dan satu lembar Rp 10 ribu,” tuturnya.

Baca Juga :  Sekkot Lolowang Menutup Kegiatan POA dan BOK 2019 Kota Tomohon

“Kemudian dia bilang dia lalai, lalu saya tagih sisanya Rp.30 ribu isi ulang, kemudian petugas tersebut mengisinya,” kata di lagi.

Sikap tak terpuji oknum petugas SPBU Walian uga dialami konsumen Ferdi warga Tomohon beberapa waktu lalu hanya karena membayar dengan uang logam.

Feedi mengatakan, saat itu dirinya mengisi BBM seharga Rp. 50 ribu dan membayar dengan Rl. 30 ribu uang kertas dan Rp. 20 ribu uang logam.

“Usai isi bensin saya bayar kemudian petugas tersebut katakan dengan mengeluarkan kata makian, pe”’ dari awal kek bilang kalau tidak ada uang goros, uang receh ini tidak dipakai,” ujarnya ketus.

Adu mulut sempat terjadi namun tak berkepanjangan. “Setelah memaki saya, si petugas mengatakan kalau saya mau isi bensin lagi dia akan mengembalikan uang recehan itu,” papar Ferdi, pemuda berusia 28 tahun ini.

Sampai berita ini diekspose, pemilik SPBU belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Prokla Mambo

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan