Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Bos BPJS Sulutenggo Malut ‘Jadi’ Frontliner di KC Tondano

Bos BPJS Sulutenggo Malut ‘Jadi’ Frontliner di KC Tondano
Tondano, Fajarmanado.com — Para petinggi BPJS Kesehatan ternyata terus konsisten memantau langsung program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sampai di tanah air.

Memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi, Deputi Direksi Wilayah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang (KC) BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

“Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Deputi Direksi Wilayah Sulutenggo Malut Lisa Nurena usai  melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Tondano, Kamis (5/7) tadi.

Dalam kesempatan tersebut, para Direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Nurena.

Menurut Nurena, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia,” kata Nurena.

Jumlah kepesertaannya, lanjut dia telah melampaui 198,8 juta orang dengan pendekatan single payer institution.

“Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta,” ujarnya.

Nurena mengatakan, target BPJS Kesehatan akan mengcaver seluruh penduduk Indonesia. “Seluruh penduduk Indonesia nantinya akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan,” katanya.

“Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” sambung Nurena.

Penulis: Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan