Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

BPJN Didemo, Massa Tuntut Ganti Rugi Lahan

BPJN Didemo, Massa Tuntut Ganti Rugi Lahan
Suasana demo damai massa Badai yang didukung LMI di gerbang Kantor BPJN XV, Suwaan, Kecamatan Kalawat, Minut, Sabtu (12/08/2017), siang tadi. Foto: Humas Polda Sulut.
Kalawat, Fajarmanado.com – Kantor Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara (Minut) didemo, Sabtu (12/08/2017), siang tadi.

Massa yang menamakan diri Barisan Garuda Indonesia (Badai) menuntut pembayaran lahan pelebaran jalan nasional.

Selain menuntut ganti rugi atas lahan yang terkena proyek jalan tol Manado-Bitung dan pelebaran jalan Kema-Rumbia, massa meminta BPJN memberikan kompensasi atau relokasi terhadap situs-situs budaya yang rusak.

Demo yang berlangsung damai dari para pemilik tanah ini, terpantau mendapat dukungan LSM Laskar Manguni Indonesia (LMI) dan masyarakat adat. Sementara, 119 pesonil Polres Minut, dipimpin Kabag Ops Kompol Farly Astevanus Rewur tampak turun melakukan pengamanan.

Koordinator lapangan (Korlap) Harry Wawoh mengatakan, BPJN XV Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga harus bijak melihat dampak yang diakibatkan dari ke dua proyek nasional tersebut.

Sebagai warga negara di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), lanjut dia, masyarakat pemilik lahan tidak berniat menghalangi program pembangunan yang diyakini akan bermanfaat besar bagi kepentingan warga, namun seyogianya tidak mengabaikan hak rakyat dan hak-hak adat budaya daerah.

Pembangunan jalan lingkar timur Sulut, yang menghubungkan Minut, Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra) sampai Bolaang Mongondow Raya (BMR) telah menggunakan tanah-tanah milik rakyat, bahkan merusak beberapa situs budaya yang ada di jalur jalan nasional tersebut.

“Dengan adanya proyek tersebut, terjadi perubahan dan penelantaran situs-situs milik dari adat budaya Minahasa tanpa kompensasi dari pihak kontraktor dan BPJN,” ujar Wawoh di gerbang Kantor BPJN.

Kabag Ops Kompol Farly Astevanus Rewur mengapresiasi massa pengunjuk rasa karena dalam mengampaikan tuntutan mereka tidak diwarnai dengan tindakan anarkis.

“Hingga selesai pukul 13.30 Wita, unjuk rasa damai warga berjalan dengan tertib dan lancar, situasi tetap aman dan terkendali,” katanya.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan