Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Buka Rakorda BKSAUA, Kandouw: Tiada Kata Paling Indah Selain…

Buka Rakorda BKSAUA, Kandouw: Tiada Kata Paling Indah Selain…
Wagub Drs Steven Kandouw ketika membuka Rakorda BKSAUA Sulut di Hotel Swissbel Maleosan Manado, Senin (13/11/2017) tadi.
Manado, Fajarmanado.com – Rapat Koordinasi Daerah Badan Kerjasana Antar Umat Beragama (Rakorda BKSAUA ) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi bergulir mulai Senin (13/11/2017) tadi. Rakorda dua hari di Hotel  Swissbel Maleosan Manado ini dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw.

Wagub Kandouw mengatakan ,tiada kata yang paling indah diucapkan, selain bersyukur, bersyukur dan bersyukur atas  kerukunan, kedamaian yang sangat kondusif  yang diberikan Tuhan terhadap Sulut.

“Kedamaian ini menjadi keinginan saya, kamu dan rakyat Sulut supaya berlangsung terus sampai selama lamanya. Keinginan hasrat ini harus jadi tekad, ikhtiar bagi semua,” ujarnya.

Kedamaian, keamanan ketentraman, kenyamanan itu, lanjut dia, adalah suatu hal yang murah kalau dari awal disusun dan bentuk bersama-sama dan akan menjadi mahal sekali dan tidak ternilai kalau akan dibentuk kembali.

“Banyak contoh-contohnya. Mulai Maluku, Poso dan Kalimantan Barat, suatu hal yang murah, (tapi) kalau kita lalai bisa menjadi mahal sekali,” kata mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Wagub juga meminta rapat koordinasi yang dilakukan 5 tahun sekali dilakukan satu kali. “Rakorda boleh lima tahun tapi rapat kerjanya 1 tahun satu kali,” tuturnya.

Dalam penyusunan anggaran Kabupaten/kota, Wagub meminta untuk mengangarkan dana BKSUA. ” Ini bagian dan ikhtiar kita untuk mendatangkan kerukunan, kedamaian, ketentraman,”  Hatanya.

Kandouw juga mengatakan, Rakorda adalah momentum rapat koordinasi  tapi implementasi di lapangan koordinasi harus tetap jalan terus baik horisontal maupun vertikal.

“Horisontal spektrumnya, pertama antarumat beragama kedua legislatif dan eksekutif. Tidak usah ragu -ragu rapat kerja dengan legislatif maupun semua komponen masyarakat bahkan dengan sesama BKSUA kabupaten kota yang bertetangga,” paparnya .

“Karena kadang dari segi geo politik, kausalitas, resiprositas timbal balik ini pengaruh situasi satu daerah dengan daerah tetangganya. Contoh banyak daerah yang ribut dengan masalah perbatasan, dan BKSUA boleh terlibat (menyelesaikan) juga,” sambung Kandouw.

Wagub berharap  jangan hanya dengan  momen ini para tokoh agama dapat bertemu, tapi bukalah satu hotline  untuk dapat berkoordinasi.

” Up date segala sesuatu lebih cepat lebih baik,  Early Deterens,  pencegahan dini dengan sarana komunikasi dan koordinasi 24 jam antara kita semua,” jelasnya.

Wagub juga mengapresiasi kepada BKSAU dan panitia karena15 kabupaten kota hadir. Situasi ini, lanjutnya, harus kita jaga terus untuk melakukan koordinasi.

“Kalau masih ada kabupaten /kota yang merasa negara sendiri tidak mau berkoordinasi, ini jangan terjadi , karena NKRI ini regulasinya berjenjang kalau tidak mau berkoordinasi bisa konyol atau  bahaya,” tandasnya.

Kandouw selanjutnya mengungkapkan keyakinannya, dengan terus menjalin kerjasama, komunikasi yang baik dengan mengimplementasikan perilaku hormat antarumat beragama di lingkungan masing-masing maka daerah ini akan semakin baik, maju dan hebat ke depanya.

Rakorda tersebut tampak ikut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS, pimpinan  dan pengurus BKSAUA se Sulut, para tokoh Agama dan masyarakat serta  jajaran pejabat di lingkup Biro Kesra Sulut.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan