Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Bupati dan Kapolres Minut Tegaskan, Tak Ada Faham Radikal di Minut

Bupati dan Kapolres Minut Tegaskan, Tak Ada Faham Radikal di Minut

Airmadidi,Fajarmanado.com – Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menegaskan bahwa pernyataan anggota DPRD Sulut, Netty Pantouw soal adanya faham radikal di desa Maen kecamatan Likupang Timur sangat tidak mendasar dan tidak berdasarkan fakta dilapangan karena berdasarkan informasi dari hukum tua, Camat dan anggota polisi dan TNI tidak ada organisasi radikal di daerah tersebut.

“Informasi ini terkesan profokatif karena dapat membuat keresahan ditengah masyarakat. Untuk itu perlu saya tegaskan bahwa Minahasa Utara sampai saat ini aman dan tidak ada faham radikal.”tegas Panambunan. Selasa (13/2).

Panambunan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan informasi tersebut karena faham radikal memang tidak ada di wilayah Minahasa Utara. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak memberikan informasi tanpa didukung bukti dan data yang jelas.

Pernyataan Netty Pantouw tersebut sempat membuat Kapolres Minahasa Utara AKBP. Alfaris Pattiwael geram. Ia meminta Netty Pantouw untuk memberikan klarifikasi di media terkait pernyataannya di media online terkait adanya faham radikal di desa Maen.

“Saya sudah memerintahkan anggota saya bersama-sama anggota koramil, pemerintah desa, kecamatan dan majelis ulama Minut untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Dan hasilnya ternyata tidak ada dan tidak sesuai dengan pernyataan Netty Pantouw, jadi saya meminta agar segera mengklarifikasi pernyataannya tersebut di media massa.”tukas Pattiwael.

Ia menegaskan, sebagai seorang publik figur seharusnya lebih bijak dalam menyaring informasi. Jika menerima informasi seperti itu seharusnya menghubungi aparat kepolisian atau pemerintah kabupaten untuk memastikan kebenaran tersebut, bukan melalui media massa yang pada akhirnya membuat masyarakat resah.

“Coba liat, informasi yang diterimanya sangat prematur dan tidak berdasarkan data yang akurat. Hanya dengar sepihak tanpa melakukan kroscek, langsung disampaikan ke media yang pada akhirnya, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta dilapangan.”pungkasnya.

 

Penulis : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan