Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Menggunakan Baju Merah Putih, Bupati Tetty Irup di Hari Lahir Pancasila

Menggunakan Baju Merah Putih, Bupati Tetty Irup di Hari Lahir Pancasila
Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu, SE. Jadi Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Lahirnya Pancasila (01/06)
Amurang, Fajarmanado.com – Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Kamis (1/6/2017) di Kantor Bupati Minahasa Selatan diperingati segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dilingkungan Pemkab Minsel. Menariknya, Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE didaulat sebagai Inspektur Upacara (Irup) dengan menggunakan pakaian merah dan putih. Selanjutnya, bupati Tetty dikalangkan pita merah putih serta para pejabat dan ASN membawa bendera merah putih dan pita merah putih diikat dikepala.

‘’Ini adalah pertama kali dalam sejarah, setelah Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni 2017 sebagai hari lahirnya secara nasional. Menariknya, baik ASN, JPT dan insan Pers di Minsel membuat gebrakan kibarkan 1000-an bendera untuk menyatakan saya Indonesia, saya Pancasila! Dan terbukti, gerakan diatas menjadikan lautan merah putih bagi sekitaran Kantor Bupati Minsel di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur,’’ujar Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minsel Henri Palit, SH seusai gelaran upacara.

Menurutnya, setelah diputuskan Presiden Joko Widodo, bahwa setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia harus menggelar upacara dalam rangka merayakan Hari Lahir Pancasila. Sekaligus sebagai hari libur nasional.

‘’Ya, melalui Keputusan Presiden No.24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Maka, merupakan kali pertama perayaan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan bangsa Indonesia dan Kabupaten Minahasa Selatan. Sekali lagi, penetapan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Tanggal 1 Juni juga merupakan hari libur nasional,’’sebut Palit sebagaimana diktum Keppres tersebut.

Dikatakannya, penandatanganan Keppres itu dilakukan Presiden Jokowi dalam peringatan pidato Bung Karno, 1 Juni 1945 di Bandung, Jawa Barat. Dan menariknya, Bupati Tetty Paruntu yang menyampaikan pidato Presiden Jokowi, Kamis (1/6/2017) member arti luas bagi ASN dan JPT se-Minsel.

Sementara bupati CEP mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan keputusan presiden, setiap tanggal 1 Juni ditetapkan untuk diliburkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

‘’Bagi pemerintah, penetapan Hari Lahir Pancasila adalah momentum mengakhiri kekeliruan. Serta di awal Orde Baru, 1 Juni pernah dilarang untuk diperingati, yang ada justru Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober,’’ungkapnya.

Bupati Tetty menegaskan, lahirnya Pancasila diawali pidato Soekarno dalam rapat besar Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Penggunaan kata ” Pancasila” dikenalkan pertama kali secara luas oleh Bung Karno dalam pidato tersebut.

Dia menjelaskan panjang lebar soal perlunya Indonesia memiliki sebuah pedoman hidup berbangsa dan bernegara seperti yang dimiliki negara lain setelah merdeka.

Ada lima butir konsep yang ditawarkan Bung Karno saat itu, yakni kebangsaan Indonesia, internasionalisne atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam pidato di Gedung Merdeka pada tahun lalu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersyukur memiliki Pancasila.

Usai upacara, bupati Tetty didampingi Forkopimda antaranya Kapolres Minsel, Dandim Minahasa, Kejari Minsel dan Ketua PN Amurang serta Ketua DPRD Minsel dan sebagian anggota terhormat. Dilanjutkan dengan penandatanganan dan pembacaan 4 iklar pemerintah dan rakyat Minsel.

Atas tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, kami Pemerintah dan Masyarakat Minsel menyatakan kebulatan Tekad sebagai berikut:

  1. Siap menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya Idiologi Bangsa dan Negara Indonesia.
  2. Siap menjaga dan melaksanakan amanat UUD 1945.
  3. Siap menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia.
  4. Siap menjunjung tinggi atas Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Amurang, 1 Juni 2017
Atas nama pemerintah dan masyarakat Minahasa Selatan, Bupati Christiany Eugenia Paruntu.

Usai pembacaan ikrar tersebut, bupati juga meresmikan 17 desa sebagai kampung KB di Minsel.

(adv/ape)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan