Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

DL Mangindaan dan Sam Ratulangi Penggagas Lahirnya KGPM

DL Mangindaan dan Sam Ratulangi Penggagas Lahirnya KGPM
Manado, Fajarmanado.com – Gagasan berdirinya gereja yang Merdeka dan Otonom, lahir dari putra-putra Minahasa. Para tokoh Gereja dan kaum Nasionalis dari tanah Minahasa tidak ingin gereja sebagai lembaga Spiritual diatur oleh penjajah. Gereja harus diberikan kebebasan untuk melaksanakan Tri Tugas Gereja: Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Tuhan.

Dominggus Lambertus Mangindaan, putra Minahasa Selatan asal Pondang, pertama kali menggagas berdirinya Gereja yang Merdeka dan Otonom. Pada tahun 1848, Dominggus Lambertus Mangindaan diutus oleh Zendeling CT Herman untuk menempuh pendidikan di sekolah Theologia Rotterdham, Belanda. Pada tahun 1858 setelah tamat studi, Nedherlandse Zendeling Genootschap (NZG) mengirim Mangindaan ke Indonesia dan diangkat oleh Indische Kerk sebagai Pendeta di Tikala -Manado. Sejak khotbah pertamanya, Pendeta Mangindaan sudah mulai memberikan gagasan tentang gereja yang Merdeka dan Otonom di tanah Minahasa.

Gagasan Pendeta Mangindaan ni pun mulai membakar semangat para tokoh gereja dan kaum Nasionalis di tanah Minahasa. Pada tahun 1931 gerakan untuk keluar dari Indische Kerk semakin kuat berhembus. Pada tanggal 11 Maret 1933 bertempat di Sicieteit Harmoni (sekarang Kantor pusat Bank BNI 1946), Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (Sam Ratulangi) bersama A. A. Maramis mengadakan pertemuan dengan tokoh gereja dan masyarakat, antara lain, B. W. Lapian, J. Jakobus, N. B. Pandean, J. U. Mangowal, F. B. Kumontoy, dr. C. Singal, dr. A. B. Andu, Z. Talumepa, R. C. Pesik, dan lain-lain. Dari pertemuan ini segera didirikan Gereja Protestan Minahasa.

Pada tanggal 18 Maret 1933, bertempat di rumah Joseph Jakobus (Kepala Pengadilan Manado) di Tikala Baru, dilangsungkan pertemuan lanjutan (tanpa dihadiri G. S. S. J. Ratulangi dan A. A. Maramis karena telah kembali ke Jakarta). Dalam pertemuan tersebut ditetapkan nama organisasi Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) dengan susunan sebagai berikut:

Badan Pengurus : Ketua Joseph Jakobus, Wakil Ketua Tacharias Talumepa, Sekretaris B. W. Lapian, Bendahara A. K. Kandouw, Pembantu: B. Warouw, E. Sumampouw, P. A. Ratulangi, E. A. Tumbel, dan J. L. Tanbajong.

Pada tanggal 21 April 1933, atas dorrongan dari Dr. G. S. S. J. Ratulangi, dilaksanakanlah pertemuan yang dikenal dengan nama Konggres Rakyat bertempat di Gameente Bioskop Manado (Balai Pertemuan Umum Gedung Manguni, sekarang Hotel Plaza Manado).

Pada tanggal 29 Oktober 1933, bertempat di Wale Pinaesaan ‘e Wakan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), diproklamirkanlah KGPM sebagai gereja Merdeka dan Otonom. Sejak saat itu, KGPM dikenal sebagai gereja Nasionalis, gereja perjuangan yang bebas dari tekanan penjajah.

(Diambil dari berbagai sumber)

Penulis : JoM

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan