Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Data Penduduk Beda, DPRD Kota Tomohon Terbang ke Jakarta

Data Penduduk Beda, DPRD Kota Tomohon Terbang ke Jakarta
Tomohon, Fajarmanado.com — Tiga hari setelah memastikan data penduduk antarinstansi terkait berbeda, DPRD Kota Tomohon mengirim delegasi terbang ke Jakarta. Dipimpin Wakil Ketua Caroll Senduk, mereka bertemu dengan KPU RI untuk melakukan sinkronasi data.

Didampingi Sekwan Frans F Lantang SSTP dan tim Komisi I DPRD, Senduk mengatakan, pencocokan data amat krusial dilakukan dengan instansi terkait dan KPU RI karena ditemukan perbedaan data yang cukup mencolok antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tomohon dengan KPU Kota Tomohon sehingga bisa mengancam peningkatan kuota Kursi DPRD Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tomohon

Konsultasi yang melibatkan pula Ketua Komisi I Ir Jemmy Mewengkang tersebut berlangsung di Kantor KPU RI pada Jumat (06/10/2017).

Selain mereka juga tampak Sekretaris Komisi I Djemmy Sundah beserta anggota James Kojongian,ST. dan Chen Mongdong, Kadis Dukcapil Royke Roeroe, SP.MAP dan Kabag Hukum dan Perundang-undangan DPRD Kota Tomohon Sigie Pungus, SH.

Berdasarkan Penjelasan Tim Teknis KPU RI dasar penentuan jumlah kursi suatu daerah mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum pasal 191 ayat 2 sehingga untuk Kota Tomohon Pada Pemilu 2019 masih 20 kursi.

Kuota kursi ini berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 165/HK.03.1-Kpt/03/KPU/IX/ 2017, karena jumlah penduduk kota Tomohon adalah 98.013 jiwa berdasarkan data yang dikirim kementrian dalam negeri (Kemendagri).

Sementara itu data menurut Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kota Tomohon 106.104 jiwa per 28 September 2017.

“Setelah Konsultasi ini DPRD Kota Tomohon akan memintakan pihak pemerintah Kota Tomohon melalui perangkat daerah terkait agar menyelesaikan perbedaan data kependudukan secepatnya karena pada tanggal 17 Desember 2017 akan ada penyerahan DAK2 dimana ada Tahapan KPU untuk penataan dan Penetapan dapil termasuk penentuan kursi DPRD untuk Pemilu 2019,” Ujar Jimmy Wewengkang.

Seperti diberitakan, perbedaan data tersebut terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Tomohon dengan jajaran Disdukcapil setempat pada 3 Oktober lalu.

Singkronisasi data dibutuhkan, selain untuk penentuan kursi dewan pada Pemilu 2019 mendatang, juga akan berpengaruh pada pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 nanti.

Penulis : Prokla Mambo

Editor    : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan