Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Diduga Berniat Curi Kayu Manis, Warga Tareran Amankan 3 Pria Ini

Diduga Berniat Curi Kayu Manis, Warga Tareran Amankan 3 Pria Ini
Kapolsek Iptu Petrus Kabanga dan warga bersama ke tiga pria yang diduga pencuri kayu manis (jongkok) ketika berada di Mapolsek Tareran, Selasa (07/11/2017), subuh tadi.
Tareran, Fajarmanado.com – Tiga pria yang diduga berniat mencuri kulit pohon kayu manis nyaris diamuk massa di perkebunan antara Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan (Minsel) dan Desa Ranolambot, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa, Selasa (07/11/2017), subuh.

Ke tiga pria yang mengaku sebagai warga Kawangkoan, Minahasa ini teridentifikasi berinisial JT alias Jacky (38), DS alias Donny (34) dan AL alias Alfian (46). Untung saja, belasan warga yang memergoki ke tiga tersangka urung menghakimi para tersangka, namun digiring ke Mapolsek Tareran.

Kapolsek Tareran Iptu Petrus Kabanga saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Mantan Kapolres Tombariri ini mengapresiasi warga Tareran karena tidak main hakim sendiri ketika mendapati ke tiga tersangka berada di perkebunan kayu manis antara Kecamatan Tareran dan Kecamatan Kawangkoan Barat, subuh tadi.

Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada warga yang telah menunjukan kedewasaan bertindak dalam aspek kesadaran hukum sehingga tidak terpancing untuk main hakim sendiri.

“Kesadaran hukum warga masyarakat ini patut diacungi jempol dan dijadikan contoh untuk yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengakui ke tiga pria tersebut digerebek warga pada Senin, tengah malam saat sedang berada di lokasi perkebunan kayu manis wilayah kepolisian Desa Tumaluntung dan Desa Ranolambot.

Oleh warga setempat, ke tiganya kemudian dibawa ke Kantor Polsek Tareran untuk diamankan dan dilakukan proses penyelidikan.

“Sampai saat ini, kita masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan ke tiga warga ini atas dugaan pencurian kayu manis yang memang lagi marak di wilayah perkebunan Desa Tumaluntung dan Desa Ranolambot,” tambah pria simpatik ini.

Aksi pencurian kayu manis ramai dikeluhkan masyarakat sejak medio Agustus 2017 silam seiring dengan melonjaknya kulit kayu manis di pasaran umum. “Di kebun saya hanya di ujung kampung, pohon-pohonny masih berdiri tegak tapi kulit di batang pohon sudah dikupas,” ujar Jotje Walewangko, warga Kawangkoan.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan