Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Dihadapan Panglima, Para Ulama Paparkan Keberagaman di Sulut

Dihadapan Panglima, Para Ulama Paparkan Keberagaman di Sulut
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Ulama Sulut Saat Menggelar Pertemuan di Ruang VVIP Pemprov Sulut Bandara Samratulangi Manado

Manado,Fajarmanado.com – Disela-sela kunjungan ke Sulawesi Utara (Sulut) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan para Ulama bumi Nyiur Melambai. Pertemuan penuh keakraban yang dilaksanakan di ruangan VVIP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bandara Sam Ratulangi itu digelar, Jumat (13/4) sore, sebelum orang nomor satu dijajaran TNI itu bertolak ke Jakarta.

Sejumlah tokoh ulama Sulut yang hadir diantaranya KH Rizali M Noor, Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc, Rais PCNU Manado Ustad Yasser Bachmid, Sekjend Hubbul Wathon Hery Harianto Azumi, Wasekjen Hubbul Wathon Irvan Basri, Sekertaris Wilayah Hubbul Wathon Taufik Bilfaqih dan beberapa jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulut.

Dihadapan para ulama Hadi Tjahjanto mengatakan, keamanan nasional kini sedang dalam kondisi kondusif. Kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu tentunya tak lepas dari peran tokoh agama di bangsa ini, terlebih para ulama. Ditambah juga sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga kestabilan di level masyarakat.

“Saya beserta rombongan ke Sulut dalam beberapa agenda, termasuk menemui masyarakat yang berada di perbatasan yakni Miangas. Mereka meminta TNI menaruh satu KRI angkatan laut untuk menjaga ilegal fishing yang sering dilakukan nelayan asing ketika pada saat musim panen ikan. Dan itu akan kita tindaklanjuti,”kata Hadi.

Sementara itu, ulama Sulut KH Rizali M Noor menuturkan, kedatangan Panglima TNI ke Sulut tentunya menjadi kebanggan bersama. Ia juga menjelaskan singkat kepada Panglima bahwa hingga kini kehidupan berbangsa dan bernegara di Sulut tetap terjaga. Hubungan kerukunan umat beragama sudah seperti saudara, hidup bertetangga damai dan aman meskipun berbeda agama.

“Tentunya juga hal ini tidak lepas dari pengawalan keamanan yang diberikan oleh TNI dan Polri. Kami tentunya berhadap lembaga keamanan negara terus menjaga kebhinekaan yang sudah terjalin sekian lama di bangsa ini,”ungkap pengasuh Yayasan Pondok Karya Pembangunan itu.

Diakhir doa penutup dibawakan oleh Rais PCNU Manado Ustad Yasser Bin Salim Bachmid, yang pada intinya keberkahan, toleransi dan kerukunan terus terjaga di bumi Nyiur Melambai ini.

Penulis : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan