Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Dihadiri Wali Kota, Masyarakat Adat Bantik Malalayang Gelar Musada II

Dihadiri Wali Kota, Masyarakat Adat Bantik Malalayang Gelar Musada II
Manado, Fajarmanado.com – Masyarakat Adat Bantik Minanga – Malalayang menggelar Pesta Demokrasi, Musayawarah Adat (Musada) II. Musada II yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemangku Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang (LPAASBMM), Sabtu  4 November 2017, bertempat di Bapelkes, Kelurahan Malalayang I, Kecamatan Malalayang, Kota Manado dihadiri oleh Wali Kota Manado G. S. Vicky Lumentut.

Dalam sambutannya, Walikota Manado memberikan apresiasi kepada LPAASBMM yang tetap eksis mempertahankan serta mengembangkan adat Bantik sebagai satu kekuatan dalam menunjang program pembangunan nasional. Dalam mengoptimalkan potensi wisata di Kota Manado, Pemerintah akan mempersiapkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan adat dan budaya.

“Memasuki Kelurahan Malalayang I Timur (berbatasan dengan Kelurahan Bahu) dan di Kelurahan Malalayang II (berbatasan dengan Desa Kalasey Kabupaten Minahasa) akan dipasang tugu yang bertuliskan ‘Anda memasuki wilayah Adat Bantik Minanga Malalayang’. Dilapangan Bantik akan dibuat panggung untuk dijadikan pusat adat dan seni budaya Bantik,” kata Lumentut.

Sementara itu Ketua LPAASBMM AKBP Drs. Reyno Bangkang, MSi, mengatakan bahwa Musada II memiliki moment strategis bagi pengembangan serta peningkatan seni dan budaya Bantik. Dalam pesta demokrasi masyarakat adat Bantik Musada II ini, selain akan membahas pertanggunganjawab pengurus lama, juga akan dipilih Pimpinan baru periode 2017 – 2021. Pemilihan yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk pengembangan potensi masyarakat adat Bantik kedepan.

“Sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa dan bernegara, masyarakat adat Bantik tetap menunjukan eksistensinya sebagai salah satu pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bumi persada. Peran serta masyarakat adat Bantik sudah tidak diragukan lagi di tanah air tercinta,” ujar Bangkang.

Ditambahkannya, LPAASBMM tetap mempertahankan adat dan seni budaya Bantik ditengah kemajuan zaman. Bahasa Bantik dan seni budaya (Upasa, Mahamba dan lain-lain), tetap tumbuh subur dan menjadi aset penting bagi Indonesia khususnya Kota Manado yang sementara mengoptimalkan potensi Pariwisata. Disisi lain, hal ini (masyarakat adat) sejalan dengan konsep pembangunan nasional dalam konteks peningkatan serta pengembangan potensi lokal (adat dan seni budaya) sebagai keunikan sekaligus kekayaan bangsa Indonesia dalam potret Bhineka Tunggal Ika.

“LPAASBMM berkomitmen untuk terus mempertahankan eksistensi adat dan seni budaya bantik ditengah pusaran arus kompetisi globlal yang mengancam keberadaan adat dan seni budaya itu sendiri. Akan akan terus berupaya untuk mengoptimalkan semua potensi demi kesejahteraan masyarakat adat Bantik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musada II mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 24 perwakilan Rukun, Non Rukun dan Organisasi Kepemudaan yang berada di wilayah Masyarakat Adat Bantik Minanga – Malalayang.

“Musada II yang diikuti 250 peserta, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi masyarakat adat Bantik dan juga pihak Pemerintah. Tema yang diangkat ‘Bote kite masuinsau Hinggirlidang, Hintakinang, Hintarlunang, Spirit 3H ini yang menjiwai pelaksanaan Musada II,” pungkasnya.

Penulis :Jones Mamitoho

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan