Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Dirjen Tanaman Pangan Tantang Pemkab Minut Tanam Jagung 100 Ribu Hektar

Dirjen Tanaman Pangan Tantang Pemkab Minut Tanam Jagung 100 Ribu Hektar
Dirjen Pangan, Dr. Ir Sumarjo Gantot Irianto bersama bupati Vonnie Anneke Panambunan dan Kadis pertanian Minut Jan Sinaulan saat meninjau lahan pertanian di desa Watudambo kecamatan Kauditan

Airmadidi, Fajarmanado.com – Direktur Jendral (Dirjen) Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian RI, Dr. Ir Sumarjo Gantot Irianto menantang Pemkab Minahasa Utara (Minut) untuk bisa menanam jagung dilahan seluas 100 ribu hektar. Tantangan tersebut disampaikan langsung kepada bupati dan kepala dinas pertanian saat berkunjung ke Minut, Kamis (9/11).

Dirjen tanamam pangan yang akrab disapa Gatot ini mengatakan, tanaman jagung saat ini menjadi salah satu komoditas ungulan di Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan sebelumnya Sulut berada pada kelas 9, naik menempati kelas 4 sekala nasional. Untuk lebih meningkatkan produksi jagung, pihaknya menantang Pemkab Minut untuk mengembangkan tanaman jagung dari 50 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar pada tahun 2018.

“Saya sangat optimis tanaman jagung kedepannya akan menjadi komoditas andalan Minahasa Utara. Selain tanahnya yang subur, daerah ini banyak memiliki lahan yang belum diolah, untuk itu saya harapkan tahun 2018 pemerintah bisa menyiapkan lahan 100 ribu hektar untuk ditanami jagung.”ujar Gatot.

Dalam kunjungannya kali ini, gatot menjanjikan akan memberikan bantuan 10 unit tracktor dalam rangka menunjang pertanian di Minut. Pihaknya juga berjanji akan menambah bantuan alat pertanian apabila pemerintah telah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan areal pertanian tanaman jagung sebaimana yang telah ditargetkan.

Bantuan dan perhatian kementrian pertanian terhadap pengembangan sektor pertanian di Minut disambut baik bupati Vonnie Anneke Panambunan. Ia berjanji untuk serius dalam mewujudkan target tersebut dalam rangka mendongkrat produksi jagung di Minut sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian.

“Tanaman jagung sangat menjanjikan kesejahteraan bagi para petani, sebab selain waktu tanamnya hanya 3 bulan, harga jagung dipasaran tergolong tinggi. Apalagi disaat ini pemerintah telah menghentikan impor jagung, secara otomatis petani tidak kesulitan lagi dalam memasarkan hasil panennya.”tutur Panambunan.

Sementara kepala dinas pertanian Minut, Jan Sinaulan menjelaskan, areal lahan yang dikembangkan untuk tanaman jagung pada tahun 2017 ini, lebih dari 50 ribu hektar atau melampaui target. Untuk itu pihaknya sangat optimis bisa menjawab tantangan Dirjen Pangan untuk mengembangkan tanaman jagung diareal lahan 100 ribu hektar pada tahun 2018 mendatang.

“Memang di Minut masih banyak lahan yang belum diolah atau lahan tidur, untuk itu saya sangat optimis bisa menjawab tantangan tersebut. Saat ini memang kami sedikit mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan pupuk, dampaknya produksi jagung sedikit mengalami penurunan.”Terang Sinaulan.

Ia menambahkan, tahun 2018 mendatang, selain mengembangkan lahan pertanian, pemerintah juga akan fokus pada penyediaan pupuk. Dimana, setiap pemberian benih harus disertai dengan pupuk agar petani tidak kesulitan seperti tahun ini, yang dampaknya produksi jagung menurun.

 

Penulis : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan