Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Diterima Gubernur, DIPA Sulut 2018 Rp 14 T, Ini Rincian Bagi 15 Daerah

Diterima Gubernur, DIPA Sulut 2018 Rp 14 T, Ini Rincian Bagi 15 Daerah
Gubernur Olly Dondokambey SE berdiskusi informal dengan tiga meteri Kabinet Kerja di Istana Bogor, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemprov Sulut.
Jakarta, Fajarmanado.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2018 di Istana Bogor, Rabu (6/12/2017) sore. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri kebagian Rp14,03 triliun lebih.

DIPA yang diterima langsung Gubernur Olly Dondokambey SE dari Presiden Jokowi tersebut, adalah jatah Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 15 kabupaten kota di daerah Nyiur Melambai.

Pemprov Sulut sendiri memperoleh DIPA tahun 2018 sebesar Rp 2,56 triliun lebih, lainnya dibagikan kepada 11 kabupaten dan empat kota. Terbanyak diperoleh Kabupaten Minahasa yakni sebesar Rp1,08 triliun, terkecil Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang hanya Rp559 miliar.

Rinciannya, Kabupaten Minahasa Rp1,08 triliun lebih, Kota Manado sebesar Rp964 miliar lebih, Kabupaten Minahasa Selatan sebesar Rp 952 miliar lebih, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Rp929 miliar lebih.

Selanjutnya, Kabupaten Sangihe Rp822 miliar lebih, Kota Bitung Rp802 miliar lebih, , Kabupaten Kepulauan Talaud Rp 796 miliar lebih, dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Rp787 miliar lebih.

Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Rp679 miliar lebih, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Rp662 miliar lebih, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang, Biaro (Sitaro) Rp630 miliar lebih dan Kota Kotamobagu Rp606 miliar lebih

Sementara tiga daerah yang memperoleh DIPA terkecil, adalah, Kota Tomohon sebesar Rp 588 miliar lebih, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Rp570 miliar lebih dan Kabupaten Bolselsebesar Rp 559 miliar lebih.

Penyerahan DIPA 2018 kepada Gubernur Olly Dondokambey SE bersama kepala daerah se Indonesia lainnya tersebut, dilakukan sebelum tahun berjalan dimulai, guna mempercepat penyerapan anggaran oleh kementerian/lembaga dan daerah pada 2018.

“Pak Presiden dalam sambutannya menyampaikan, penyerahan secara simbolik DIPA menjadi tanda bahwa proses belanja dan lelang proyek bisa dimulai. 1 Januari sudah bisa mulai belanja. Ini menjadi pertanda positif untuk percepatan dan pemerataan pembangunan yang tepat sasaran dan tepat waktu,” papar Olly kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, penyerahan DIPA 2018 pada bulan Desember dan belanja per 1 Januari, menuntut pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Sulawesi Utara untuk bekerja kerja keras dan bekerjasama. “Sehingga realisasi fisik dan keuangan bisa sesuai target”, ujarnya.

Selain itu, dikatakannya, anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperbaiki jumlah dan mutu pelayanan publik. “Termasuk menciptakan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pemerataan,” tambahnya.

Orang nomor satu di Sulut ini juga mengharapkan agar kepala daerah di kabupaten dan kota, terus berupaya untuk meningkatkan kualitas APBD secara efektif dan efisien.

“Termasuk juga penggunaan dana desa harus produktif dan tepat sasaran sehingga out put-nya bisa dirasakan oleh masyarakat banya”, paparnya.

Olly juga menyatakan tekadnya di tahun 2018, Sulut bisa meraih hasil maksimal dalam penyerapan anggaran sehingga bisa menerima dana DID di tahun berikut.

“Ini butuh sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten serta kota,” tandas Gubernur.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan