Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Diterpa Musibah Beruntun dan Kehilangan Ratusan Juta, Beginilah Sosok Gunari

Diterpa Musibah Beruntun dan Kehilangan Ratusan Juta, Beginilah Sosok Gunari

Modayag, Fajarmanado.com — Nasib malang menimpa pasangan Gunari dan Purwati. Warga Dusun Dua Desa Modayag, Kecamatan Modayag Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow (Boltim) ini sejak Agustus 2017, sangat lekat dengan masalah. Tak kurang empat persoalan beruntun menerpa pasangan asal Pulau Jawa ini.

Berawal dari pergumulan sakit Purwati, yang belum kunjung sembuh sampai saat ini, musibah kecelakaan tunggal anak kembar, tabrakan yang menyebabkan seorang meninggal oleh anak sulung, dan musibah kebakaran yang meludeskan rumah bersama bengkel sepeda motor keluarga malang ini pada 25 Desember 2017 sore.

“Saya masih patut bersyukur karena masih bisa tegar, bercanda seperti kebiasaan saya selama ini,” ujar Gunari kepada Fajarmanado.com di Manado, Rabu (31/1/2018).

Gunari terlihat setia mendampingi isterinya, Purwati yang menjalani perawatan penyakit Ambeyen di RSUP Prof RD Kandou Malalayang sejak pekan lalu. Siang tadi Purwati menjalani tindakan medis khusus di ruang bedah. Pergi dengan berjalan kaki, masuk kembali di Kamar nomor 6 Ruang Irina A Atas tidur di atas ranjang lengkap dengan infus.

Meski begitu, Gunari, pria berusia 69 tahun ini tetap terkesan layaknya orang yang tidak memiliki beban hidup, seperti halnya ketika tiba dan berbaur dengan keluarga pasien lainnya di Irina A Atas RSUP Prof RD Kandou, Kamis (25/1/2018) lalu.

Lelaki yang mengaku berjualan es semasa muda di Kota Tomohon dan Tondano, Ibu Kota Kabupaten Minahasa ini selalu tampil ceria, familiar dan terus bercanda dengan sesama anggota keluarga pasien lainnya.

“Bagi saya, pergumulan apapun yang saya alami, saya tak mau dipikirkan lagi. Yang terjadi, biarlah berlalu. Kalau mau dipikirkan terus, saya dan keluarga tidak bisa melanjutkan hidup. Harta yang kita punya hanya titipan Allah,” ujarnya.

Gunari pun mrngisahkan pergumulan beruntun yang dialami keluarganya. Sekitar Agustus 2017, isterinya, Purwati menjalani perawatan Ambeyen di salahsatu rumah sakit swasta di Manado. Meski menggunakan kepesertaan BPJS, Gunari harus mengeluarkan biaya sekitar Rp9 juta untuk ongkos alat dan tindakan medis karena ‘naik kelas’ dari 3 ke kelas 1.

Beberapa bulan sepulangnya, tiba-tiba Gunari dan Purwati dikejutkan dengan kabar bahwa anak kembat mereka, Iswandi dan Iswoyo mengalami kecelakaan mobil tunggal di wilayah Kecamatan Tombariri. Mobil rental yang dikemudikan Iswandi mengalami pecah ban dan rusak berat menabrak batu besar di pinggir jalan. Keluarga Gunari menanggung biaya perbaikkan mobil.

Selang sebulan kemudian, 8 Desember 2017, mobil yang dikendarai anak  sulung mereka, Mardianto juga mengalami kecelakaan di wilayah Inobonto. Satu dari dua korban tabrakan meninggal dunia.

Setelah melakukan serangkaian musyawarah akhirnya  kesepakatan dicapai pada 25 Desember 2017 di Mapolres Bolaang Mongondow. “Sore itu, saat terjadi dan menandatangani kesepakatan damai dan berjabat tangan, datang anak saya Iswoyo mengabarkan rumah kami sudah terbakar habis,” kisah Gunari sambil meyakinkan.

Nyaris tak ada yang tersisa selain pakaian di badan. Alat-alat perbengkelan dan sejumlah sepeda motor ikut ludes terbakar. “Tapi saya patut bersyukur, bantuan langsung berdatangan dan rumah bisa dibangun walau masih menggunakan dinding tripleks,” katanya.

Selain bantuan bahan bangunan, bantuan dana pun ikut mengalir, termasuk dari Bupati Boltim Sehan Landjar dan Camat Modayag Bersatu.”Uang yang terkumpul ada sekitar 15 juta. Sebagian dari uang inilah yang saya cadangkan untuk perawatan istri di sini,” ungkap Gunari.

Total bantuan bahan dan uang tunai yang terkumpul atas musibah beruntun ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Namun Gunari mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pergumulan keluarganya. “Terima kasih semua. Mungkin saja bantuan yang begitu besar ini merupakan jawaban dari pribadi saya yang selama ini tulus berbuat bagi kepada sesama,” papar mantan perangkat pemerintahan desa ini.

Penulis: Herly Umbas

 

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan