Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Gandeng IBF Universitas Nusantara Gelar Seminar Internasional Biosecurity

Gandeng IBF Universitas Nusantara Gelar Seminar Internasional Biosecurity

Manado, Universitas Nusantara Manado melakukan gebrakan dengan menggelar Biosecurity International conference yang mengangkat tema ‘Biosecurity Food and Trade’ tanggal 2-4 November 2017. Seminar Internasional yang menghadirkan keynote speaker para ahli dari dalam dan luar negeri ini, berlangsung di dua tempat yakni Graha Gubernuran Bumi Beringin (tanggal 2 November) dan Peninsula hotel (tanggal 3-4 November).

“Seminar internasional yang mengangkat tema Biosecurity bisa terselenggara atas kerja sama Universitas Nusantara Manado dengan Indonesian Biosecurity Foundation (IBF) dan didukung oleh Bio-Plant CRC Australia serta Biosecurity Plant Bilateral Initiative (BPBI),” ungkap Drs. Jan Polii, MS, Rektor Universitas Nusantara kepada fajarmanado.com, Jumat (3/11).

Polii menjelaskan, ini adalah kesempatan emas dimana para peserta bisa lebih dalam mamahami tentang Biosecurity  dan mempunyai rencana tindak yang sama dalam mengimplementasikan dalam kehidupan untuk dikenal serta diketahui masyarakat luas. Lewat kegiatan ini juga diharapkan bisa menciptakan inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya peningkatan Biosecurity Ketahanan Pangan. Selain juga juga bisa memperluas perdagangan serta pemasaran hasil produksi.

“Seminar ini sangat strategis dimana ada kajian-kajian yang berhubungan dengan perlindungan sekaligus pemasaran hasil pertanian,” kata Polii yang juga mantan Rektor UNPI.

Hal senada juga dikatakan oleh Henry Tampangela Ka.Bag Akademik Universitas Nusantara (panitia pelaksana seminar). Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari dalam dan luar daerah, baik kalangan Akademisi, Kelompok Tani, instansi pemerintah, Tokoh Agama dan Umum, menghadirkan keynote speaker dari LIPI, Australia dan Malaysia. Dalam acara pada hari pertama (Kamis, 2/11) diikuti kurang lebih 300 peserta.

“Acara dibuka oleh Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dr. Masthur, MSi, PhD, dari LIPI. Dihari pertama (Kamis, 2/11) menghadirkan lima pembicara baik dari Indonesia maupun luar negeri,” ujarnya.

Tampangela menambahkan, pembicara hari pertama yakni; 1. Theoforus Litaay, SH, PhD. Kebijakan calon dalam pencapaian biosecurity. 2, Prof. Simon Mckirdy (sebelumnya biosecurity sains dan manajer risiko, Chevron). “biosecurity, perdagangan dan pasar akses : isu untuk industri dan pemerintahan”
Narasumber 3. Th. Mariana Campos, PH. D, Biosecurity Research Officer, murdoch universitas. “prinsip pengawasan untuk biosecurity”
Narasumber 4, Prof. John Lovett. Pbcr-Australia. “Biosecurity : pertanyaan dan jawaban”.
5. Prof. Ian Falk, Coordinator BPBI “The role of Social Science and in achieving policy outcomes”.

“Seminar internasional Biosecurity Food and Trade akan memberikan kontribusi besar bagi Indonesia yang dikenal dengan negara agraris dalam konteks peningkatan ketahan pangan dan hasil produksi. Diharapkan lewat kegiatan ini akan melahirkan kajian dan kebijakan strategis baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” pungkasnya. (Jones Mamitoho)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan