Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Gejolak Marawi, Polda Sulut Pimpin Pengamanan Idul Fitri

Gejolak Marawi, Polda Sulut Pimpin Pengamanan Idul Fitri
Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito memimpin langsung Rakor persiapan Operasi Ramadniya 2107 untuk pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, termasuk untuk ikut mewaspadai gejolak Marawi Filipina, di Aula Tribrata Polda Sulut, Selasa (13/06/2017).
Manado, Fajarmanado.com – Dua Minggu jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Polda Sulut menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan pengamanan Hari Raya yang dikemas dalam Operasi Ramadniya 2017.

Rakor persiapan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, dan diikuti oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol  Pol Drs. Refdi Andri, MSi para pejabat utama Polda dan seluruh instansi terkait lainnya diantaranya TNI, Pemerintah Daerah, BUMN dan organisasi kemasyarakatan, di Aula Tribrata Polda Sulut, Selasa (13/06/2017).

Kegiatan ini, menurut Kapolda, sebagai agenda rutin dalam rangka pemantapan dan koordinasi lintas sektor, dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri tahun 2017.

“Kita lebih cenderung untuk operasi tahun ini kita mewaspadai tindakan radikal terorisme. Karena Sulut letaknya paling dekat dengan Filipina,” ujar Kapolda.

Hal tersebut, katanya, disebabkan adanya gejolak di Marawi Filipina yang efeknya bisa saja sampai ke perbatasan Indonesia yang ada di Sulawesi Utara.

“Walaupun kita sudah melakukan penebalan pasukan di Polsek, empowering atau pemberdayaan masyarakat nelayan, kita juga cek pulau terpencil, namun kita juga harus waspada mungkin siapa tau sudah ada gerakan-gerakan sebelumnya,” jelas Kapolda.

Namun demikian, pihaknya juga akan melakukan kegiatan-kegiatan pengamanan seperti setiap tahun dilakukan saat menjelang hari raya, terutama yang berhubungan dengan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas).

Salah satu perhatian Kapolda jelang hari raya adalah masalah kondisi cuaca yang masih ekstrim.

“Di Sulut tidak ada jalur alternatif, tidak ada jalan lain. Jika ada jalur putus akibat bencana, maka akan terjadi kemacetan yang sangat panjang,” kata Irjen Waskito.

Untuk itu, Kapolda mengatakan sudah perintahkan Karo Ops Poda Sulut agar berkoordinasi dengan Dinas PU uuntuk memetakan daerah rawan longsor. Ia minta di daerah rawan longsor agar bisa disiagakan alat berat bersama operatornya.

“Mari kita jaga kondusifitas, mari semua bekerja sama, bersinergi untuk mempertahankan bahwa Sulut adalah barometer keberagaman kerukunan di Indonesia,” pungkas Jenderal Bintang Dua ini.

Penulis  : Tonny M

Editor     : Herly Umbas

 

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan