Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Gerakan Seribu Peluit Untuk Tanda Bahaya Kepada Anak - Fajar Manado

Gerakan Seribu Peluit Untuk Tanda Bahaya Kepada Anak

Gerakan Seribu Peluit Untuk Tanda Bahaya Kepada Anak
Wali Kota Jimmy Feldie Eman yang terpilih sebagai Wakil Ketua DPP Citynet Indonesia 2017-2021 pada forum Kongres Citynet Indonesia di Hotel Novotel Balikpapan (03/10/2017), hari ini.
Tomohon, Fajarmanado.com – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Ketum KPAI) Arist Merdeka Sirait mengatakan peluit dapat dimanfaatkan anak untuk menghindari kekerasan.

Arist mengatakan hal tersebut saat menghadiri gelaran Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tomohon dalam launching Sejuta Peluit Emergency Call dan Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Anak Nasional di Kota Tomohon yang dilakukan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, (11/4/2018) di Anugrah Hall Tomohon.

Sirait mengajak setiap anak membekali diri dengan peluit sebagai modal utama untuk digunakan dalam mendapatkan pertolongan dari orang lain. Peluit alat termudah yang dapat digunakan anak-anak menjaga diri dan terselamatkan dari ancaman kekerasan fisik maupun seksual.

Baca Juga :  Dapat Jatah 253 CPNS 2018, Ini Formasi untuk Kota Tomohon

“Untuk itu saya menghimbau agar anak membiasakan diri untuk membawa peluit kemanapun akan pergi juga orangtua harus tau kegunaan benda tersebut,  gunanya apabila ada yang melakukan kejahatan anak cukup meniupkan peluit agar orang di sekitar mendengar dan langsung mendekati untuk mrnolong,” ujarnya.

Ia menjelaskannya, dengan dilakukan perhatian terbesar bagi upaya Pemerintah Kota Tomohon menjadi Kota Layak Anak, maka faktor utama adalah terciptanya perlindungan anak.

“Karenanya, peran semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat dalam melindungi anak dari berbagai gangguan, sehingga butuh peringatan dini atas hak anak jangan sampai dilukai pihak tertentu,” jelas Sirait.

Dikatakannya pula, Anak Indonesia adalah pioner terhadap jatidiri bangsa hingga perlindungan harus ditingkatkan sampai kelurahan maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Pemkot Tomohon Tingkatkan Jaringan Kerjasama Koperasi

“Berbagai ancaman selalu menghatui setiap anak, sehingga semua pihak perlu terlibat dalam perlindungannya dan peluit sebagai tanda anak terancam dari kekerasan maupun kejahatan,” tandas Sirait.

Tampak hadir, Ketua Dewan Pembina LPA Sulawesi Utara Aryanti Baramuli Putri, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Tomohon Dra Joice Worotikan, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Tomohon AKBP Amelia Pontoh SH MM bersama pengurus lainnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon DR Dolvin J Karwur MKes MSi, Kepala Sekolah beserta dengan Guru dan siswa-siswi se Kota Tomohon.

Penulis: Prokla Mambo

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan