Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Golkar Sulut Terancam Tumbang Dalam Pemilu 2019, Ini Alasannya - Fajar Manado

Golkar Sulut Terancam Tumbang Dalam Pemilu 2019, Ini Alasannya

Golkar Sulut Terancam Tumbang Dalam Pemilu 2019, Ini Alasannya
Adrian Tapada

Manado, Fajarmanado.com – Optimisme sejumlah Kader Partai Golongan Karya (Golkar) Sulut untuk bisa bersaing dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, mulai menurun.

Bahkan, Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut, Adrian Tapada, mengungkapkan, partai berlambang Pohon Beringin ini tampaknya tidak siap menyaingi partai lain untuk perebutan tiket menuju DPR RI pada tanggal 17 April 2019.

Adrian Tapada memprediksikan, kursi DPR RI yang akan diraih Golkar Sulut tidak akan mencapai target, yakni sebanyak dua plus. Dia mengaku, prediksinya itu bukan tanpa alasan.

“Saya melihat Ibu Ketua DPD tidak pernah melibatkan semua kader atau caleg DPR RI. Dia selalu hanya membawa anaknya saja. Sebagai ketua DPD, dia tidak boleh begitu,” ungkap Tapada, saat ditemui di Bandara Sam Ratulangi, beberapa waktu lalu.

“Mereka membuat rakerda-rakerda seperti dirahasiakan. Tidak pernah memberitahukan caleg-caleg DPR RI yang lain. Padahal kita punya enam caleg. Dia hanya membawa anaknya (AJP) yang caleg. Ini kan tidak baik, Ketua DPD apa ini. Apalagi targetnya dua plus. Ini kan mimpi, tidak mungkin,” ketusnya.

Menurutnya, sejumlah tokoh dan kader Golkar juga mempertanyakan keberadaan caleg DPR RI Nomor Urut 4, AJP. Mereka mengatakan bahwa dia tak pernah berjuang di Golkar, tiba-tiba muncul dan dipaksakan oleh Ketua DPD I PG SULUT jadi Caleg.

“Apalagi sosok AJP sebenarnya telah ditolak Tim Seleksi Caleg DPP, khususnya Emir Baramuli. Karena tidak ada pembobotan sama sekali, namun dengan upaya mamanya, AJP berhasil lolos sebagai Caleg,” jelasnya.

Tapada mengakui, bahwa saat ini banyak kader Partai Golkar yang harus memilih lompat pagar ke partai lain, karena partai ini dikelola seperti milik sendiri. Dan ini sudah terbukti. Dia melanjutkan, jika menginginkan target dua plus kursi DPR RI tercapai, semua caleg itu harus dilibatkan untuk menaikkan popularitas mereka.

“Ini kan repot. Jadi tidak mungkin, sementara di internal kepengurusan partai, hanya segelintir orang saja yang menjalankan partai ini. Saya lihat sekretaris itu kurang dilibatkan, yang menjalankan itu bendahara,” bebernya.

Dia juga menyentil informasi yang beredar bahwa dalam sebuah rapat telah diputuskan bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu akan diusung sebagai Calon Gubernur pada Pilkada 2020 nanti.

“Ini terlalu pagi. Kalau mau dicalonkan hanya berdasarkan hasil Pilkada kemarin, itu nol besar. Seharusnya, untuk mencalonkan ibu harus melihat hasil Pemilu pada tanggal 17 April 2019 dulu. Apakah target yang kita inginkan bisa kita dapat atau tidak. Parameternya di situ. Bisa tidak kita dapat dua plus,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia menegaskan, Golkar Sulut jangan hanya mengandalkan kekuatan finansial saja. Dia berpendapat, kekuatan finansial bukan jaminan untuk memenangkan Pemilu.

“Masyarakat sudah semakin cerdas. Saya beberapa hari lalu sempat mendatangi beberapa tempat. Di situ warga bilang, kalau ada yang beri uang akan kami ambil, akan tetapi belum tentu kami pilih,” akunya.

Meski demikian, dia mengaku, apa yang diungkapkannya tersebut bukan kata-kata pesimis. “Masih ada waktu untuk memperbaikinya. Caleg-caleg yang ada harus dibantu untuk benar-benar diperkenalkan kepada masyarakat. Saya akan lawan dan DPP harus melihatnya,” tegasnya.

“Selain itu, para tokoh Golkar Sulut, seperti Stevanus Vreeke Runtu yang telah berjasa dalam membesarkan partai, juga harus difungsikan dalam proses pemenangan. Karena sekarang ini konsep memajukan Partai Golkar di Sulut terlihat tidak ada,” sambung Tapada.

Menurutnya, dalam menghadapi Pemilu 2019 ini, para tokoh Golkar di Sulut seharusnya diundang untuk dimintai masukan. Jangan hanya mengandalkan finansial saja, ini tidak baik.

Dia pun berharap, perbaikan di tubuh Partai Golkar Sulut bisa segera dilakukan, agar target raihan kursi DPR bisa dicapai sesuai harapan semua kader partai.

 

(Jones Mamitoho)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan