Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Talaud Desak Pemkab Turun Tangan

Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Talaud Desak Pemkab Turun Tangan
Petani mengupas kelapa sebelum dijemur untuk dijadikan kopra di Kecamatan Soropia, Konawe, Sultra, Minggu (13/4). Selanjutnya kelapa kering (Kopra) tersebut dijual ke penampung di Kota Kendari dengan harga Rp 6 ribu perkilogram. ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/ed/pd/14
Talaud, Fajarmanado.com — Petani kopra di Kabupaten Kepulauan Talaud menjerit. Harga salahsatu komoditas andalan ini dikabarkan terjun bebas. Akibatnya, petani pun mengaku rugi.

Harga disebut turun drastis belakangan ini, dari sebelumnya Rp9.800 per kilogram asalan menjadi Rp5 ribu perkilogram.

Kian memukul lagi,  meski harga kopra turun dari biasanya, upah pekerja tetap.

“Turunnya harga kopra sangat berdampak kepada ekonomi petani. Harga sangat berpengaruh pada hasil panen. Bayar pekerja mahal. Pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukkan,” ujar Toni Pulu, petani kopra asal Kecamatan Melonguane Timur.

Oleh karena itu, Toni mendesak memerintah turun tangan.
Persoalan yang melilit petani kopra saat ini, peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sangat dibutuhkan menjawab kegelisahan masyarakat petani.

Ketua Komisi II DPRD Talaud Didimus Parapaga meminta pemerintah turun tangan dengan persoalan yang dihadapi petani saat ini.

“Tidak hanya kopra. Harga komoditas lainnya juga menjadi perhatian. Jadi memang dengan situasi harga ini, masyarakat menderita. Kopra, pala dan hasil perkebunan dan pertanian lainnya menjadi sumber pendapatan masyarakat Talaud,” katanya kepada Fajarmanado.com di Melonguane, Kamis (17/5/2018).

Parapaga menilai, harga saat ini tidak sepadan lagi dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Diharapkan bagi pemerintah kabupaten dan provinsi bisa mencari solusi, jalan keluarnya. Pemerintah daerah bisa turut melobi pengusaha-pengusaha di luar sulawesi,” katanya.

Kelapa memang telah menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Talaud. Petani kopra di Talaud cukup banyak. Kelapa menjadi salah satu lahan pencaharian warga yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi keluarga.

Terkait harga kopra tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Habel Salombe menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah berupaya mencari solusi.

“Harga tergantung permintaan pasar. Untuk harga jual kopra saat ini itu sesuai permintaan pasar Bitung. Kalau diluar Sulawesi, di Pulau Jawa, kopra dikisaran Rp7.500 ribu. Kami berusaha melobi agar bisa dipasarkan sampai ke Pulau Jawa. Tinggal menunggu Tol Laut beroperasi agar pendistribusian bisa lebih mudah dilakukan,” jelasnya.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan