Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Hebat..! Clay Dondokambey Hipnotis dan Bakar Spirit 1543 Muda Praja IPDN

Hebat..! Clay Dondokambey Hipnotis dan Bakar Spirit 1543 Muda Praja IPDN
Sumedang, Fajarmanado.com — Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Clay J.H. Dondokambey, S.STP, MAP mendapat kehormatan memberikan wejangan kepada 1543 muda praja IPDN Angkatan XVIII pada acara Pembaretan dan Kemah Juang di lapangan Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018), tadi malam.

Clay, sapaan akrab ebolan STPDN/IPDN angkatan XIII ini didaulat memberikan ilmu servant leadership atau kepemimpinan yang melayani kepada 1543 muda praja yang naik ke tingkat madya dan segera di sebar ke 7 kampus regional, termasuk di Kampus IPDN Tampusu, Remboken, Minahasa.

Pembaretan dan kemah juang adalah tradisi kegiatan korps praja yang dilaksanakan di IPDN. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa (kebersamaan), melatih mental dan kedisiplinan praja.

Clay tampil memukau dan mampu membakar spirit muda praja yang berdatangan dari seluruh pelosok tanah air.

Seakan terhipnotis, tak seorang pun muda praja yang bergeming dan terus mendengar dengan seksama ketika Clay mengupas tuntas  kepada praktik servant leadership, yang adalah kepemimpinan yang ideal saat ini.

“Servant leadership merupakan suatu tipe atau model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan atau dengan kata lain dibutuhkan oleh bangsa dewasa ini,” kata Clay, pria low profille ini.

Clay Dondokambey, S.STP, MAP ketika membakar spirit para muda praja IPDN yang naik ke tingkat Madya dan segera disebar ke 7 kampus regional di Lapangan Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018) malam.

Menurut Clay, para pemimpin-pelayan atau servant leader mempunyai kecenderungan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya. Orientasinya adalah untuk melayani, cara pandangnya holistik dan beroperasi dengan standar moral spiritual.

“Pemimpin-pelayan punya cara holistik, cara pandang secara keseluruhan dan memahami kejiwaan anggota yang dipimpinnya dan beroperasi secara moral spiritual, artinya tetap berpedoman kepada Tuhan dan sadar bahwa anggota yang dipimpinnya juga ada sesama ciptaan Tuhan,” bebernya.

Lanjut Clay, kepemimpinan yang melayani memiliki kelebihan karena hubungan antara pemimpin (leader) dengan pengikut (followers) berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual.

“Pemimpin-pelayan mempunyai tanggung jawab untuk melayani kepentingan pengikut agar mereka menjadi lebih sejahtera, sebaliknya para pengikut memiliki komitmen penuh dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi dan keberhasilan pemimpin,” papar pria yang meniti karir dari bawah ini.

Kepemimpinan yang melayani juga dapat diterapkan pada semua bidang profesi,  organisasi, lembaga, perusahaan (bisnis) dan pemerintahan karena kepelayanan bersifat universal.

Clay juga menyebutkan beberapa ciri utama kepemimpinan yang melayani yang harus melekat pada diri seorang servant leader.

“Seorang servant leader harus memiliki visi pemimpin, orientasi pada pelayanan, membangun kepengikutan (followership), membentuk tim dan bekerja dengan tim, setia pada misi, menjaga kepercayaan, mengambil keputusan, melatih dan mendidik pengganti (membentuk kader), memberi tanggung jawab, memberi teladan, menyadari pentingnya komunikasi dan kemampuan berinovasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Clay menjelaskan bahwa dalam konteks kepemimpinan yang ideal di Indonesia, seorang pemimpin harus tetap berpedoman pada 4 pilar kebangsaan.

“Pemimpin juga harus berpedoman pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” tandas mantan Camat Tombariri, Minahasa ini.

Terpantau ikut hadir pada kemah juang dan pembaretan tersebut,  Kasubbag TUP Kristian Pongdatu, S.STP dan Reza Jonas, S.STP.

Penulis : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan