Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Inilah Surat Terbuka Buat Presiden RI Terkait Dugaan Ijasah Palsu Rektor Unima Berinisial JR

Inilah Surat Terbuka Buat Presiden RI Terkait Dugaan Ijasah Palsu Rektor Unima Berinisial JR
Gedung Rektorat Unima

KRONOLOGIS & BUKTI IJAZAH S-3 DOKTOR PALSU

BUKTI 1.

 

IJAZAH PROGRAM DOKTOR S-3 an. JR

Ijazah ini diterbitkan pada tanggal 6 Juni 2008, anehnya Universite De Marne La Vallee telah ditutup Tahun 2007 (sebagaimana pernyataan Menristekdikti pada Agustus 2016 saat kami menyampaikan Laporan)

BUKTI 2. SURAT IJIN PALSU

SURAT IJIN Rektor UNIMA Nomor : 2331/J.32/TU/2003 Tanggal 20 Juni 2003

Kejanggalan:

–         20 Juni 2003, Kop Surat UNIMA belum menggunakan Logo UNIMA melainkan menggunakan Logo Tut Wuri Handayani Kemendiknas

–         Tembusan Surat ditujukan kepada Ketua Program Doktor, sementara pada Juni 2003 UNIMA belum memiliki Program Doktor

SURAT IJIN Rektor UNIMA Nomor : 2331/J.32/TU/2003 Tanggal 20 Juni 2003,

BUKTI 3. 3a. b. BUKU AGENDA SURAT KELUAR UNIMA TANGGAL 20 JUNI 2003

Bahwa SURAT IJIN Rektor UNIMA Nomor : 2331/J.32/TU/2003 Tanggal 20 Juni 2003, Tidak tercantum dalam BUKU AGENDA SURAT KELUAR UNIMA Tanggal 20 Juni 2003, karena diduga Ijin baru dibuat Tahun 2007 saat akan Ujian Akhir

BUKTI 4. ATTESTATION DITERBITKAN OLEH PROF HENRI DOU (SECARA PRIBADI)

SURAT ATTESTATION : Jakarta, 4 Oktober 2007

Kejanggalan :

–         Prof. Henri Dou adalah Profesor CRRM Universite Aix Marselle bukan Profesor Universite de Marne La Vailee yang kemudian bertindak berlebihan bahkan atas nama pribadi dan 2 (dua) Universitas berbeda sekaligus

–         Menerbitkan Attestation yang adalah kewenangan Universitas, (Keterangan telah terdaftar sejak 2003-2004 kepada JR) atas nama  Kop Surat Universite de Marne La Vaillee anehnya dengan Stempel Prof. Henri Dou CRRM Universite Aix Marseille

Atestation tersebut diterbitkan di Jakarta pada 4 Oktober 2007, seharusnya diterbitkan di Universite de Marne La Vailee Paris Perancis.

Bahwa Prof. Henri Dou diduga adalah Broker Ijazahtelah bertindak atas nama Universite de Marne La Vailleediluar batas kewenangan dan membohongi Publik, Atase Bidang Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis di IndonesiasertaKemenristekdikti., secara tidak sah Prof. Henri Dou Menerbitkan Dokumen Pendukung kepada Kemenristekdikti yang bukan kewenangan Prof Henri Dou sbb:

a)   Scan copy Ijazah yang ditanda tangani Prof. Henri Dou, 12 Agustus 2016;

b)  Surat Prof. Henri Dou kepada Atdikbud Indonesia di Paris, 18 Agustus 2016;

c)   Pernyataan Prof. Henri Dou tentang gelar Doktor JR, 11 Agustus 2016

Bahwa (Guide for International Studend in France) menyatakan Mahasiswa Sebelum Studi Program Doktor di Perancis harus memiliki

–         LOA – LETTER OF ACCEPTANCE sesuai tahun masuk 2003:

–         Diplome d’Etudes Langues Francais A1, A2, A3, A4 (Diploma Bahasa Perancis A1, A2, A3, A4) di Centre Culturrel Francais (CCF) Jakarta.

–         Certificat C.A.V.I.L.A.M, Vichy -France (Sertifikat Pelatihan Bahasa Perancis di Pusat Pendidikan Bahasa Perancis C.A.V.I.L.A.M, Vichy – Perancis)

–         Tirte de Sejour (Pasport)

–         Carte de Sejour _ Visa Study / Kartu Ijin Tinggal untuk Studi di Perancis

–         Rencana Study / Silabus

–         Carte d’Etudiant / Kartu Mahasiswa

Bahwa berdasarkan Pemeriksaan Ombutsman RI, JR mengakui tidak memahami bahasa Perancis meskipun memiliki Thesses / Disertasi berbahasa Perancis, hal yang tidak masuk akal, lebih aneh lagi JRtidak dapat menunjukkan Thesses/Disertasi, karena diduga hanya membuat Resume untuk ekspose saja.

Bahwa semua syarat diatas  tidak dimiliki oleh JR, bahkan saat diminta oleh Ombutsman RI saat pemeriksaan pada Rabu, 2 November 2016

BUKTI 5. 6.a.b.  SURAT PERNYATAAN MENDUDUKI JABATAN & MELAKSANAKAN TUGAS

Klausul pada  alinea ke 3 Surat Ijin: Selama mengikuti pendidikan yang bersangkutan tidak meninggalkan tugas pokoknya;

Bahwa SURAT IJIN BELAJAR tidak dapat diberikan karena JR selaku Pegawai Negeri Sipil yang saat “studi” sedang menduduki Jabatan Tambahan (PD IIselanjutnya Dekan Fatek), adalah hal yang tidak mungkin bahkan berpotensi merugikan keuangan Negara,  dibuktikan dengan Surat Pernyataan Menduduki Jabatan & Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas.

BUKTI 6. SURAT PERSETUJUAN PENUGASAN KE LUAR NEGERI                                                       No. B-16671/Setneg/Setmen/KTLN/11/2007

Bahwa Jenjang Studi meraih Gelar Doktor JR di UNIVERSITE DE MARNE LA VALLEE DI PERANCIS hanya ditempuh dalam kurun waktu 1 (satu) bulan, yakni (Surat Persetujuan Penugasan ke Luar Negeri No. B-16671/Setneg/Setmen/KTLN/11/2007 Tanggal, 6 November 2007 untuk mengikuti program doktor di Perancis 15 November 2007 s/d 15November 2008

Anehnya Ujian Akhir dilaksanakan 17 Desember 2007

Bagaimana mungkin hanya dengan 1 (satu) kali kunjungan berIJIN ke Perancis pada saat Pelaksanaan Ujian Akhir (Desember 2007) JR, dapat dengan mudahnya memperoleh Ijazah Doktor,

Kejanggalan:

Surat Persetujuan Penugasan ke Luar Negeri oleh Sekretariat Negara SEHARUSNYA diterbitkan di awal masa studi Tahun 2003 UNTUK KEPERLUAN VISA STUDI, bukan saat akan memperoleh Ijazah 2007

PERATURAN YANG DILANGGAR PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 1961 MENGATUR TENTANG PEMBERIAN TUGAS BELAJAR BAGI PNS
PERATURAN YANG DILANGGAR SURAT EDARAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA, Nomor SE/18/M.PAN/5/2004 TENTANG PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN IJIN BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL
   
IJAZAH  DOKTOR LUAR NEGERI PALSU ANEHNYA DISETARAKAN OLEH DIRJEN DIKTI MESKIPUN TIDAK MELENGKAPI DOKUMEN SYARAT
BUKTI 7. KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL RI

Nomor : 2024/Dikti/Kep/IJLN/2010 Tanggal 18 Oktober 2010 Tentang PENETAPAN HASIL PENILAIAN IJAZAH PENDIDIKAN TINGGI LUAR NEGERI  an. JR

Bahwa Surat Keputusan diatas tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Bukti8 berikut ini :

BUKTI 8. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 82/DIKTI/Kep/2009 Tentang : PEDOMAN PENILAIAN IJAZAH LULUSAN PERGURUAN TINGGI LUAR NEGERI

Klausul II : Syarat Administrasi Penyetaraan Ijazah Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri

 

Bahwa yang bersangkutan harus melengkapi berkas persyaratan utama sbb:

–         Ijazah yang diperoleh dari luar negeri, Ijazah harus diterjemahkan dalam  bahasa Inggris dan disahkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Negara tempat belajarbukan oleh Nicolas Gascoin, Atase Bidang Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis di Indonesia(yang terus menjadi dalih Menristekdikti: menghormati official Pemerintah Perancis).

(Bahwa Pemberian Ijazah Palsu oleh Negara lain adalah bentuk Pembodohan dan Penjajahan gaya baru yang harus diwaspadai)

–         Transkrip (transcript of record) selama belajar di Perancis

–         Student Visa selama belajar di Perancis

–         Buku Katalog/Handbook tentang kurikulum/Silabus atau program pendidikan yang diterbitkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dalam bahasa Inggris

–         Tesses/Disertasi yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris yang meliputi: Title page, Abstract dan Conclusion

 

Bahwa berdasarkan Pemeriksaan Ombutsman RI, JR tidak memiliki syarat studi dan Syarat Administrasi Penyetaraan Ijazah diatas serta mengakui tidak memahami bahasa Perancis ANEHNYA memiliki Judul Thesses / Disertasi berbahasa Perancis, hal yang tidak masuk akal.

Klausul III: Kriteria Penilaian

 

Bahwa dalam Kriteria Penilaian diduga TIM PENILAI mengabaikan syarat langkah-langkah Penyetaraan dalam Kriteria Penilaian Berkas sbb:

1)   Institusi penyelenggara: terakreditasi secara formal oleh badan akreditasi independent atau instansi resmi pemerintah. Apabila tidak tercantum dalam daftar akreditasi, harus telah dikenal reputasinya, atau instansi penyelenggara adalah milik pemerintah dan dipercaya.

2)  Program Studi: terakreditasi secara formal oleh badan akreditasi independen atau instansi resmi pemerintah. Apabila tidak tercantum dalam daftar akreditasi, harus telah dikenal reputasinya atau telah ada konfirmasi dari Ditjen Dikti.

3)  Substansi Studi: penilaian atas dua segi, yaitu program studi dan prestasi. Untuk segi program studi, yang dinilai adalah mutu program, sebagaimana tersirat dari mutu pelaksanaan dan mutu lembaga. Prestasi dinilai berdasar bobot/mutu laporan tugas akhir, skripsi, thesis, atau disertasi; transkrip akademik; publikasi berkala (jurnal) ilmiah internasional (khusus untuk S-3); sertifikasi/surat penghargaan apabila ada; dan keterangan masa mukim (residensi)

4)  Latar belakang pendidikan  sebelumnya: penilaian berdasarkan runtunan jenjang pendidikan; kesesuaian jalur pendidikan; dan kesinambungan program studi.

 

Bahwa Institusi penyelenggara:

–         Universite De Marne La Valle telah ditutup pada Tahun 2007 anehnya masih menerbitkan Ijazah Pada Tahun 2008

–         Universite De Marne La Valle tidak memiliki Bidang IlmuSCIENCES DE INFORMATION ET DE LA COMMUNICATION

–         JR tidak memiliki Keterangan Masa Mukim (Residensi) karena hanya satu kali  ke Perancis saat Pembuatan Video Clip lagu bukan untuk studi, dan saat masa studi sedang memangku jabatan PD II selanjutnya Dekan FATEK UNIMA

–         JR tidak pernah menempuh kegiatan akademik sama sekali di Perancis

–         Bahwa atas pengakuan saudari Dr. SDM (assisten Prof. Henri Dou) melalui bukti video dan Pemeriksaan Ombudsman RI bahwa Ijazah Doktor atas nama JR adalah hasil nego-nego, dan saudari SDM mengakui membuatkan Thesses (Disertasi), meskipun Thesses Tidak pernah ditunjukkan saat diberi kesempatan menunjukkan bukti oleh Ombudsman RI

 

Bahwa sebagaimana Klausul Keempat Keputusan Dirjen Dikti tentang Penetapan Hasil Penilaian Ijazah Pendidikan Tinggi Lulusan Luar Negeri  Nomor : 2024/Dikti/Kep/IJLN/2010 Angka 4: Segala sesuatu akan ditinjau kembali jika terdapat kesalahan dalam penetapan ini.

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan