Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Inilah Surat Terbuka Buat Presiden RI Terkait Dugaan Ijasah Palsu Rektor Unima Berinisial JR

Inilah Surat Terbuka Buat Presiden RI Terkait Dugaan Ijasah Palsu Rektor Unima Berinisial JR
Gedung Rektorat Unima

JABATAN AKADEMIK PROFESOR/GURU BESAR TIDAK SAH

BUKTI 9. SURAT KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL RI NOMOR 42296/A4.3/KP/2011

Surat Keputusan ini menerangkan bahwa Jabatan Profesor/Guru Besar an. Dr. JR, M.S , DEA Terhitung MulaiTanggal 1 Agustus 2010

Bahwa dalam SK ini sudah mencantumkan GELAR DOKTOR, dan Jabatan Akademik PROFESOR/GURU BESAR, sementara

PENETAPAN HASIL PENILAIAN IJAZAH PENDIDIKAN TINGGI LUAR NEGERI  an. JULYETA RUNTUWENE Nomor : 2024/Dikti/Kep/IJLN/2010 Baru ditetapkanTanggal 18 Oktober 2010 Tentang

PERATURAN YANG DILANGGAR KEPUTUSAN MENKOWASBANGPAN No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DOSEN

Bahwa Jabatan Akademik Profesor/Guru Besar yang diberikan sebelum  PENETAPAN HASIL PENILAIAN IJAZAH PENDIDIKAN TINGGI LUAR NEGERI bertentangan dengan Pasal 25 Ayat 4, Keputusan MENKOWASBANGPAN No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 Tentang Jabatan Fungsional Dosen yang mewajibkan Guru Besar harus bergelar Doktor.

Telah terjadi manipulasi dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, bahwa berdasarkan Penetapan  Jabatan Akademik (Profesor/Guru Besar) dengan Angka Kredit (920,30 kum) Terhitung 1 Agustus 2010, bahwa Kepmenkowasbangpan no 38/Kep/mk.waspan/8/1999 dan UU no. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen mewajibkan Profesor/Guru Besar memiliki Gelar Doktor yang telah disetarakan, karena Gelar Doktor merupakan bagian utama dari Angka Kredit / kum.

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan