Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats IvanSa - CNR Sebut Data Pemilih Bermasalah - Fajar Manado

IvanSa – CNR Sebut Data Pemilih Bermasalah

IvanSa – CNR Sebut Data Pemilih Bermasalah
Tondano, Fajarmanado.com — Pasangan calon (Paslon) nomor urut Satu Pilkada Minahasa 2018,  Ivan SJ Sarundajang – Careig Naichel Runtu (IvanSa – CNR) mempermasalahkan data pemilih yang akan digunakan dalam Pilkada Minahasa 27 Juni 2018. Paslon Bersatu ini menilai Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) yang berbasis Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bermasalah.

Kepada sejumlah wartawan, keduanya mengatakan bahwa keterangan tersebut bukanlah upaya dalam rangka memenangkan mereka berdua dalam pertarungan Pilkada Minahasa. Melainkan sebagai upaya membela hak konstitusi masyarakat yang terancam terzolimi.

“Ada beberapa permasalahan yang harus kita cermati bersama dalam tahapan Pilkada Minahasa. Seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena menurut kami, ada masalah serius terkait data ini,” ujar IvanSa pada konferensi pers di Sekretariat Tim Pemenangan Ivansa-CNR di Tondano, Selasa (5/6/2018).

Baca Juga :  Selesaikan Misi Kemanusiaan di Sulteng, ROR-RD Ucap Terimakasih Buat Relawan

“Namun harus dipahami bahwa apa yang kami ungkapkan ini adalah upaya membela hak dari para pemilih. Bukan bermaksud mendeskreditkan pihak tertentu meskipun kami sedikit kecewa dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak menindaklanjutji permasalahan data yang kami temui,” sambungnya.

Sementara itu, CNR mengatakan jika penyebab kekecewaan mereka terhadap KPU karena temuan masalah ini sudah berulang kali disampaikan dalam beberapa kesempatan. Dan itu dilakukan secara lisan dan secara resmi melalui tulisan.

“Kami berbicara seperti ini didasari data valid dan kami mampu mempertanggungjawabkanya. Jadi bukan hanya asal bicara,” ucap CNR dengan nada tegas.

Baca Juga :  Serius Bangun Minahasa, Bupati ROR Jajagi Sister City di Jepang

CNR juga menegaskan jika temuan-temuan masalah seperti ini sangat baik kalau dikoreksi bersama. Namun kalau diabaikan maka implikasinya akan buruk. “Kesanya ini seperti ada indikasi penggelembungan data pemilih,” pungkasnya.

Sementara itu, KPU Minahasa melalui ketua divisi data, Lord Malonda mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Minahasa serta tim kampanye kedua Paslon terkait hal ini.

“Hari kamis kami akan lakukan Rakor dengan semua pihak terkait. Dengan harapan dapat memberikan tanggapan hasil pencermatan DPT by name by adresss. Kalau ada yang tidak jelas akan kami jelaskan. Dan by name yang masuk tanggapan akan kami faktual kembali,” ujar Malonda.

Penulis: Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan