Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Kadis Pendidikan Akui Minahasa Kekurangan Guru - Fajar Manado

Kadis Pendidikan Akui Minahasa Kekurangan Guru

Kadis Pendidikan Akui Minahasa Kekurangan Guru
Fajarmanado.com – Meski ssnter disebut-sebut masih juga kelebihan pegawai, namun Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) dikabarkan masih kekurangan tenaga aparatur sipil negara (ASN) pendidik dan kependidikan atau guru.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Minahasa, jumlah guru PNS ternyata ada sebanyak 2.600-an orang. Ribuan tenaga pengajar ini tersebar di 342 Sekolah Dasar (SD) dan 102 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jika jumlah ini dikalkulasikan, rata-rata di tiap SD dan SMP hanya ada sekitar 6 sampai 7 guru berstatus PNS. Padahal formasi guru di SD, misalnya, sebanyak sembilan orang. Yakni, enam guru kelas, dua guru mata pelajaran dan satu kepala sekolah.

Baca Juga :  Selesaikan Misi Kemanusiaan di Sulteng, ROR-RD Ucap Terimakasih Buat Relawan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Drs Arodi Tangkere menyatakan, jumlah guru berstatus PNS di Kabupaten Minahasa memang masih kurang.

“Yang jelas memang tenaga guru PNS yang ada saat ini memang belum memadai. Tapi pemerintah ada kebijakan-kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini yaitu dengan mempekerjakan guru berstatus honorer,” ujar Tengker kepada wartawan di Tondano, Senin (13/11/2017).

Dia mengurai, tenaga honerer guru yang ada di Minahasa saat ini berjumlah sekitar 1.600 orang. Jumlah honorer di tiap sekolah, menurutnya bervariasi, tergantung kebutuhan sekolah.

“Jadi di tiap sekolah jumlah guru PNS memang tidak sama, tergantung jumlah murid yang ada. Begitu juga guru honorer, jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” jelas Tangkere.

Baca Juga :  Advetorial : ROR-RD Pemimpin Baru Minahasa

Meski berstatus honorer, tugas dan jam mengajar mereka layaknya guru berstatus PNS. “Tenaga guru honerer inilah yang menutupi persoalan kekurangan guru PNS di Minahasa. Mereka sangat membantu pemerintah dalam upaya mendorong kemajuan sektor pendidikan,” papar Tangkere.

Ditanya soal pembayaran honor, kata dia, para guru honorer ini digaji melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan di tiap-tiap sekolah. “Aturannya kan dana BOS bisa untuk membayar honor guru, yaitu 15 persen dari total dana BOS yang disalurkan ke sekolah,” pungkasnya.

Penuĺis : Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan