Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Ketika Politisi Kristen Bicara Politik dan Penguatan Kebangsaan - Fajar Manado

Ketika Politisi Kristen Bicara Politik dan Penguatan Kebangsaan

Ketika Politisi Kristen Bicara Politik dan Penguatan Kebangsaan

Jakarta, Fajarmanado.com – Orang Kristen harus bijak memposisikan diri dalam berbagai profesi, sehingga dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan. 

Hal ini dikatakan oleh tokoh Katolik Awam Herman YL Tubun, saat mengawali diskusi Politisi Kristen yang mengangkat topik ‘Peran Politisi Kristiani Dalam Penguatan Politik Kebangsaan’, Kamis (18/10/2018), di Kawasan Matraman Jakarta.

“Lakukanlah Kebenaran dan Kebaikan sehingga kita dapa diterima dengan baik. Tidak ada lagi pembakaran serta mempersulit pembangunan gereja, karena mereka tahu kita baik,” kata Herman Tubun.

Terkait SARA, menurut Herman yang juga Ketua Umum Induk KUD, itu bukan barang baru, SARA tumbuh diberbagai tempat dan situasi.

“Contohnya, dalam pemilihan kepala desa ada persoalan atau isu suku. SARA berkembang membesar karena dipolitisasi oleh para elit politik,” jelas Herman.

Sementara itu, Viktus Murin, Mantan Sekjen GMNI yang juga Penggagas Diskusi Politisi Kristen mengatakan, suka tidak suka, senang tidak senang, harus diakui kondisi kebangsaan saat ini sedang berjalan mundur.

“Masing-masing kelompok mengejar kepentingan sendiri dilatari aroma politik SARA,” ungkap Viktus Murin.

Sementara itu mantan Ketua Umum PP PMKRI, Cyrillus Kerong mengakui menjadi politisi harus kuat.

“Kalau tidak kuat jangan masuk dunia politik, dan jangan pernah lupakan untuk selalu menghadirkan Tuhan, Politik itu kuat dalam iman, lentur dalam cara. Kita juga harus punya konsep,” tandas Cyrillus Kerong, politisi Kristiani.

Hal lain diungkapkan Acsen Gumelar, baginya kadang penyebab masalah adalah kasih hanya terlihat di dalam gereja, tapi tidak diluar ketika bermasyarakat.

“Bagi seorang Kristen jabatan adalah pelayanan. Makin tinggi jabatan makin besar anda melayani, menebar kasih, “kata Acsen Gumelar, Katekis Katolik.

Sorotan keras datang dari Pdt. Berton Silaban, STh, Teolog dan penyuluh agama Kristen.
Berton secara keras mengatakan gereja perlu pertobatan di musim Pemilu Legislatif.

“Banyak gereja ramai-ramai mengundang Caleg dengan harapan mendapat sumbangan, lalu dari situ muncul puja-puji.
Gereja ikut memberi andil rusaknya moral politisi kristen dan juga sering berlindung dalam kekuasaan karena minder berlebihan,” tegas Silaban.

Narasumber lainnya Mikael Mali menyoroti soal politik anggaran di DPR yang sering tidak mendapat perhatian politisi kristen.

 

(***/Jones Mamitoho)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan