Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Kisruh Petani Cap Tikus, Kapolres Arya Sebut Pabrik Tersandung Pidana Cukai

Kisruh Petani Cap Tikus, Kapolres Arya Sebut Pabrik Tersandung Pidana Cukai
Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi saat diwawancarai usai penandatanganan Polres Minsel dan Pers Minsel tolak berita Hoax beberapa waktu lalu.Foto: Humas Polres Minsel
Amurang, Fajarmanado.com – Aksi unjuk rasa para petani minuman tradisional Cap Tikus beberapa hari lalu di Kantor DPRD menjadi atensi khusus jajaran Polres Minahasa Selatan (Minsel). Kapolres AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi, meminta segenap personil untuk turun langsung menjelaskan akar permasalahan kepada warga.

Pada kesempatan “Persoalan ini jangan dibuat berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan stabilitas kamtibmas serta kebutuhan ekonomi banyak orang,” katanya ketika memimpin jam pimpinan Polres Minsel, Rabu (06/12/2017), pagi tadi.

Kapolres Arya menginstruksikan seluruh personil agar turun langsung menjelaskan akar permasalahan kepada masyarakat, jangan sampai ada kesalahpahaman apalagi isu-isu provokatif.

“Persoalan produksi Cap Tikus ini murni karena masalah cukai,” tegas Kapolres Arya.

Sebagaimana diketahui, aksi unjukrasa petani Cap Tikus di Kantor DPRD Minsel baru-baru ini menyampaikan keluhan bahwa tidak ada lagi pabrik yang mengambil hasil olahan cap tikus petani.

Sikap pengusaha pabrik ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi para petani cap tikus sendiri. “Terhentinya pembelian cap tikus ini disebabkan karena sejumlah pengusaha pabrik pengolahan tersandung pidana cukai, jadi ini murni masalah cukai, agar dijelaskan ke masyarakat,” ungkap Kapolres.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Minsel AKP Karel Tangay, SH, menjelaskan, kegiatan transaksi pembelian cap tikus ini nantinya menunggu proses hukum pada rangkaian penyidikan pihak Kantor Bea Cukai.

“Ada beberapa pengusaha pabrik olahan Cap Tikus yang tersandung pidana cukai terkait dengan pasal 52 dan 54 Undang-undang nomor 39 tahun 2017 tentang Cukai,” ujarnya.

Untuk itulah, kelanjutan proses kegiatan pembelian cap tikus dari petani ini masih menunggu proses hukum dalam rangkaian penyidikan pihak Kantor Bea Cukai. “Untuk itu pula kami menghimbau warga masyarakat untuk bersabar, tidak terprovokasi dan senantiasa menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar AKP Karel.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan